FAJAR, MAKASSAR — Pernahkah Anda bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat sebuah hubungan terasa “lengkap”? Apakah cukup dengan rasa cinta, atau ada hal lain yang lebih mendalam?
Penelitian terbaru dari Syracuse University yang dipimpin oleh Kong dkk. (2026), mengungkapkan bahwa rahasia kebahagiaan pasangan terletak pada sejauh mana hubungan tersebut mampu memenuhi tujuh kebutuhan dasar manusia. Mulai dari kebutuhan untuk merasa aman hingga dorongan untuk terus berkembang secara pribadi.
Melansir PsychologyToday, psikolog Theresa E. DiDonato, Ph.D., menjelaskan bahwa hubungan romantis bukan sekadar status, melainkan sistem pendukung untuk menyelesaikan masalah evolusi manusia. Lantas, masuk kategori manakah hubungan Anda saat ini?
7 Kebutuhan Dasar dalam Hubungan
Sebelum mengintip tipenya, kenali dulu apa saja yang sebenarnya kita cari dari pasangan:
- Pengasuhan: Keinginan untuk merawat dan dirawat.
- Keamanan: Perasaan aman secara emosional dan fisik.
- Seksual: Keintiman fisik yang sehat.
- Persahabatan: Rasa memiliki dan kedekatan emosional.
- Kemandirian: Ruang untuk tetap menjadi diri sendiri (otonomi).
- Perbaikan Diri: Dorongan untuk tumbuh dan berubah jadi lebih baik.
- Ekspansi Diri: Pengalaman baru yang memperluas cakrawala hidup.
Mengenal 5 Tipe Hubungan Romantis
Berdasarkan studi terhadap 1.000 orang, berikut adalah lima profil hubungan yang ditemukan:
1. Hubungan “Selalu Ada untukmu” (Here-for-You)
Ini adalah “kasta tertinggi” dalam dunia percintaan. Sekitar 37-47% pasangan masuk kategori ini. Pasangan tipe ini sangat hebat dalam memenuhi semua tujuh kebutuhan di atas. Hasilnya? Tingkat kepuasan dan komitmen mereka adalah yang paling tinggi.
2. Hubungan “Dukungan Solid” (Solid Support)
Tipe ini mencakup sekitar 30% pasangan. Di sini, pemenuhan kebutuhan berada di level rata-rata namun stabil. Meski tidak se-fantastis tipe pertama, pasangan ini tetap merasa sangat puas dan berkomitmen karena fungsinya yang sehat dan seimbang.
3. Hubungan “Fokus Pertumbuhan” (Personal Growth)
Uniknya, sekitar 12-15% pasangan justru tidak terlalu kuat dalam urusan kemesraan (relasional), tapi sangat mendukung pasangannya untuk mandiri dan berkembang. Hubungan ini terasa produktif, namun tingkat kepuasannya cenderung rendah karena kurangnya keintiman.
4. Hubungan “Semua kecuali Jati Diri” (Everything-but-the-Self)
Sebanyak 8% pasangan merasa sangat bahagia dan kompak dalam segala hal, kecuali satu: mereka kehilangan kemandirian dan sulit berkembang secara pribadi. Hubungan ini sering kali terasa seperti “gelembung” yang nyaman namun membatasi ruang gerak individu.
5. Hubungan “Hanya Butuh Kebebasan” (Nothing-but-Freedom)
Ini adalah tipe yang paling rentan. Pasangan hanya memberikan satu hal: kebebasan. Sisanya, seperti rasa aman dan kasih sayang, hampir tidak ada. Tak heran jika tipe ini memiliki tingkat kepuasan dan komitmen yang paling rendah.
Apakah Pasangan Harus Memenuhi Semuanya?
Muncul pertanyaan: Apakah pasangan kita harus menjadi “superman” yang memenuhi seluruh kebutuhan hidup kita? Menurut para ahli, hubungan Here-for-You memang yang paling awet. Namun, bagi Anda yang berada di tipe Solid Support, jangan berkecil hati. Anda tetap bisa bahagia dengan mencari pemenuhan kebutuhan lain (seperti hobi atau pertumbuhan karier) melalui lingkaran pertemanan atau keluarga.
Jadi, coba evaluasi hubungan Anda hari ini. Apakah pasangan Anda adalah tempat pulang yang utuh, atau sekadar rekan untuk berbagi kebebasan? (*Nin)




