Heboh Temuan Jamur Makan Emas, Bisa Guncang Dunia Tambang

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok. Polda Lampung)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah temuan pada 2019 oleh lembaga sains nasional Australia, CSIRO, menemukan jamur tanah yang bisa 'memakan' emas. Dari hasil penelitian kemudian dikaitkan dengan penambangan luar angkasa.

Jamur bernama Fusarium oxysporum ditemukan dapat melarutkan partikel emas dari lingkungan. Kemudian, jamur ini bisa melapisi dirinya dengan emas tersebut.


Temuan tersebut tak biasa. Sebab emas disebutkan bersifat inert secara kimia yang berarti jarang berinteraksi dengan organisme hidup.

Peneliti utama CSIRO, Tsing Bohu juga menyebut interaksi itu tidak biasa dan mengejutkan karena sifat kimia emas yang tidak aktif, dikutip dari Daily Galaxy, Selasa (14/4/2026).

Nampaknya jamur melakukan sesuatu yang tidak biasa, yakni berhasil mengubah logam inert menjadi aset biologis.

Pilihan Redaksi
  • Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam & Antam Retro Hari ini 17 April 2026
  • Duh! Harga Emas Antam Logam Mulia Turun Lagi Hari Ini

Hasil temuan tersebut ternyata berguna untuk penambangan. Sebuah perusahaan pertambangan di Australia memiliki ide untuk menggunakan Fusarium oxysporum sebagai alat eksplorasi alami.

Cara ini dianggap jauh lebih efektif dibandingkan harus mengebor ratusan lubang uji.

Sebagai perbandingan, eksplorasi yang biasa dilakukan terbilang mahal, lambat, dan bahkan dapat merusak lingkungan. Menggunakan indikator biologis, dapat mempersempit lokasi pengeboran atau mengambil sampel, hingga meningkatkan peluang menemukan sesuatu.

Para ahli geologi juga berpendapat melakukan analisa tanah untuk strain spesifik jamur dapat mengindentikasi endapan emas yang tersembunyi di dalam tanah.

Bahkan rencana lebih besar lagi tengah dieksplorasi, yakni menggunakan jamur untuk penambangan di luar angkasa. Laporan Daily Galaxy tahun 2025 menyebutkan beberapa peneliti dan perusahaan melihat adanya potensi menggunakan mikroorganisme, etrmasuk jamur untuk memproses bijih di lingkungan yang sulit menggunakan peralatan biasa.

Namun CSIRO sendiri tak membahas soal misi luar angkasa, seperti asteroid. Melainkan hanya berfokus pada emas, eksplorasi, dan produksi berkelanjutan di Bumi.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Harga Bahan Baku Naik & Rupiah Melemah, Bisnis Fiber Optic "Tercekik"

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Razia ODOL di Banjarbaru: 39 Truk Ditilang, Petugas Temukan KIR Bodong
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
KAI Sumbar Layani 512 Ribu Penumpang di Kuartal I 2026, Konsumsi BBM Subsidi Lebih Efisien
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Tarif Pungli Perizinan ESDM Jatim: Rp 5 Juta hingga Rp 200 Juta
• 6 jam lalurealita.co
thumb
KSAD Temui Prabowo, Lapor Pembangunan 300 Jembatan hingga Renovasi Sekolah
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
"Saya Harus Ulang Semester, Rugi Banget" Cerita di Balik Mahasiswa Pakai Joki TOEFL
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.