Setelah mendulang kesuksesan di Tanah Air, novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala kini diterbitkan di Korea Selatan. Novel yang pertama kali rilis pada 2012 ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Korea dan terbit dengan judul ‘시가렛 걸’ (Cigarette Girl).
Novel Gadis Kretek versi bahasa Korea ini resmi dirilis pada 13 Maret 2026 lalu. Peluncuran buku ini diselenggarakan di ASEAN-Korea Centre di Gwangju, bersamaan dengan konferensi pers dan Book Talk bertajuk Beyond the Smoke. Kemudian, pada 14 Maret 2026, Kedutaan Besar RI di Seoul dan National Asian Cultural Center (ACC) turut menggelar Book Concert di ACC Gwangju.
Menurut KBRI Seoul, jumlah pendaftar mencapai 150 orang. Para peserta pun aktif berpartisipasi dalam diskusi buku, termasuk tentang sejarah industri kretek—poin utama dalam novel Gadis Kretek—serta dinamika sosial budaya Indonesia.
Dilansir The Korea Herald, novel Gadis Kretek ini diterbitkan di bawah yayasan Hansae Yes24 Cultural Foundation. Novel ini menjadi buku ketujuh dalam koleksi spesial Southeast Asian Literature Series milik Hansae Yes24. Ini merupakan koleksi yang didedikasikan untuk memperkenalkan karya sastra populer dari wilayah Asia Tenggara.
Menurut Ratih Kumala, bisa merilis novelnya dalam bahasa Korea di Negeri Ginseng adalah pencapaian personal. Sebab, hingga saat ini masih belum banyak karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa tersebut.
“Saya paham bahwa belum banyak karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea. Namun, novel karya suami saya, Man Tiger, dipublikasikan dalam bahasa Korea beberapa tahun lalu. Jadi, ini merupakan suatu pencapaian bagi keluarga kami,” jelas Ratih, sebagaimana dilansir The Korea Herald.
Suami Ratih Kumala adalah penulis Eka Kurniawan. Novel Eka, bertajuk Lelaki Harimau (Man Tiger), sudah rilis di Korea beberapa tahun lalu. Novel terbitan 2004 ini pernah masuk ke long list penghargaan buku bergengsi dunia, Man Booker International, pada 2016.
Novel Gadis Kretek menceritakan kisah perempuan bernama Jeng Yah (Jung-ya dalam versi bahasa Korea) menavigasi hidup dalam industri kretek. Berlatar tahun 1960-an, novel ini menyorot isu-isu pemberdayaan perempuan dan semangat perempuan dalam bekerja di bidang yang didominasi laki-laki. Gadis Kretek diadaptasi ke dalam serial Netflix dengan judul yang sama pada 2023, dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo sebagai Jeng Yah.
Menurut Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, meluncurkan novel bahasa Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Korea merupakan bentuk diplomasi halus yang menjembatani budaya Indonesia dan Korea.
“Karya sastra dapat menjadi jembatan untuk membangun pemahaman antarmasyarakat kedua negara. Penerbitan novel ini bukan sekadar penerjemahan karya sastra, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk memperluas pertukaran budaya Indonesia dan Korea,” jelas Cecep.





