Jadi Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari Kasih Bukti Bias Gender Bukan Kendala Genjot Kinerja

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Reni Wulandari merupakan profesional dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri semen. Menariknya, sebagai perempuan, sebagian besar perjalanan kariernya ditempuh di area operasi yang didominasi oleh laki-laki.

Berkat dedikasi dan kompetensinya, Reni dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sejak April 2023, sekaligus menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di SIG. 

Baca Juga :
Polwan Siap Isi Posisi Strategis di Misi Perdamaian Dunia
SIG Perkuat Strategi Transformasi Genjot Kinerja Bisnis 2026

“Sejak hari pertama mengemban amanah sebagai Direktur Operasi SIG, saya menerapkan pendekatan Visible-Felt Leadership. Kehadiran pemimpin dan interaksi langsung di lapangan sangat penting, terutama di area operasi yang didominasi karyawan laki-laki. Sebagai bagian dari minoritas gender, saya tidak mengalami kendala terkait bias gender dalam menjalankan perubahan untuk mendukung kinerja operasi SIG. Ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender di SIG bukan sekadar slogan, melainkan telah terimplementasi di seluruh lini,” ujar Reni dikutip dari keterangannya, Senin, 20 April 2026.

Sebagai penerima penghargaan The Most Extraordinary Women Business Leaders 2024 dari Majalah SWA, Reni menekankan bahwa peluang berkarier di sektor industri berat seperti semen menuntut kompetensi dan konsistensi tinggi. “Bukan melalui argumentasi atau perdebatan untuk memperoleh perlakuan setara, tetapi dengan menunjukkan bahwa kesetaraan gender mampu meningkatkan profitabilitas, inovasi, dan produktivitas melalui keberagaman perspektif,” tambahnya. 

Lebih lanjut, Reni menilai bahwa SIG dan BUMN lainnya telah memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berkembang. Hal ini merupakan respons terhadap kebutuhan bisnis, di mana kesetaraan gender menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan kinerja organisasi.

“Dalam lingkungan kerja berbasis merit, fokus pada kompetensi, kualifikasi, kinerja, dan profesionalisme akan menjadi keunggulan bagi organisasi,” jelasnya. 

Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menambahkan bahwa perusahaan memiliki kebijakan Fair Employment Opportunity Policy yang menjamin kesempatan yang adil dan setara bagi seluruh karyawan. Kebijakan ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) serta dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia.

“Kami memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses rekrutmen maupun seleksi untuk posisi manajemen dan senior. Seluruh proses dilakukan secara transparan berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan faktor gender,” ujar Hadi. 

Baca Juga :
Misteri Kematian Wanita di Serpong Utara Terbongkar, Eks Suami yang Membunuhnya
Tangisan Anak Bongkar Kematian Misterius Wanita di Serpong Utara
Pemerintah Siap Tanggung PPh 21 Sepanjang 2026, Cek Kriteria Karyawan dan Perusahaan yang Bebas Pajak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perawat RSHS Bandung Dilaporkan ke Polisi Soal Percobaan Penculikan Hingga Perdagangan Orang
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
PP Tunas Bukan Akhir: Negara Membatasi, Keluarga Harus Mengawasi
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Nekat Terobos Banjir, Minibus Terjebak di Jembatan Perbatasan Depok-Tangsel
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Kilas Balik Piala Thomas dan Uber: Dominasi Indonesia di Putra dan Keperkasaan China di Putri
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Efek Perang Iran Makin Terasa, Industri Pariwisata Jepang Kehilangan Ribuan Turis Eropa
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.