JAKARTA, KOMPAS.com – Peristiwa longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, kini memasuki babak baru.
Lebih dari sebulan setelah tragedi yang merenggut tujuh nyawa, penyidik menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, sebagai tersangka.
Baca juga: Menteri LH: Jakarta Masih Berstatus Kota Kotor
Penetapan ini menjadi penanda bahwa insiden yang semula dianggap sebagai bencana semata, kini juga dilihat sebagai konsekuensi dari dugaan kelalaian dalam tata kelola lingkungan.
Longsor Terjadi Saat Aktivitas PuncakTragedi terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, ketika aktivitas pembuangan sampah tengah padat di area landfill zona 4 TPST Bantargebang.
Sejumlah truk mengantre untuk membuang muatan.
Namun tiba-tiba, tumpukan sampah ambrol dan menimbun siapa saja yang berada di sekitarnya.
Baca juga: Bingungnya Dinas LH Jakarta Menyusuri Bau RDF Rorotan
“Pada saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah,” ujar anggota rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Uban.
Tak hanya sopir truk, warga yang berada di warung sekitar lokasi juga ikut menjadi korban tertimbun.
13 Orang Jadi Korban, Tujuh MeninggalTotal terdapat 13 orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Setelah proses pencarian selama dua hari, tujuh orang dinyatakan meninggal dunia dan enam lainnya selamat.
Korban berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari sopir truk, warga sekitar, hingga pemulung yang beraktivitas di lokasi.
Baca juga: Bau Tak Sedap di RDF Plant Rorotan, Dinas LH Jakarta: Tak Ada Kompensasi untuk Warga
“Dengan ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan korban hilang maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” ujar Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari.
Seluruh korban meninggal kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.
Hujan Ekstrem Disebut Jadi PemicuGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut longsor dipicu oleh hujan ekstrem yang mengguyur kawasan tersebut sepanjang hari.
Curah hujan tercatat mencapai 264 milimeter per hari, menyebabkan air meresap ke dalam tumpukan sampah dan menciptakan kondisi licin serta tidak stabil.
Baca juga: Kadis LH Jakarta Sebut RDF Plant Rorotan Bakal Kurangi Jumlah Sampah di Bantar Gebang





