Sumber Kekayaan Marina Budiman, Perempuan Terkaya di Indonesia Punya Rp104,92 Triliun

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nama Marina Budiman masih konsisten berada di posisi teratas dalam daftar Perempuan Terkaya di Indonesia, meskipun total kekayaannya terus berfluktuasi.

Berdasarkan data Forbes The Real-Time Billionaires List, Selasa (21/4/2026) pukul 09.38 WIB, nilai kekayaan bersih Marina Budiman tercatat sebesar US$6,1 miliar atau sekitar Rp104,92 triliun (dengan kurs Rp17.200/US$).

Salah satu pendiri sekaligus presiden komisaris perusahaan pusat data PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) ini menjadi perempuan terkaya di Indonesia berkat pertumbuhan bisnis pusat data yang melesat seiring dengan akselerasi ekonomi digital.

Lonjakan valuasi perusahaan yang didirikan bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia pada 2011 lalu dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi pendorong utama peningkatan kekayaan perempuan 64 tahun ini.

Dalam catatan Bisnis, lulusan University of Toronto ini mengawali kariernya sebagai bankir dengan posisi account officer di Bank Bali.

Di pekerjaan pertamanya itulah dia bertemu dengan Otto Toto Sugiri. Mereka berdua kemudian mencermati peluang teknologi dan bisnis yang turut mengantarkan Marina menjadi wanita terkaya di Indonesia hingga kini.

Bersama Otto, Marina sempat bergabung di perusahaan PT Sigma Cipta Caraka, yang didirikan Otto dan berkarier di sana sebagai manajer proyek dari 1989 hingga 2000.

Baca Juga : Top 4 Wanita Terkaya di Indonesia Jelang Hari Kartini 2026

Sampai pada 1994, Marina dan Otto kemudian bekerja sama merintis perusahaan PT Indointernet Tbk. atau yang kini dikenal dengan Indonet (EDGE). Perusahaan ini menjadi penyedia layanan internet pertama di Indonesia.

Pada 2008,Telkom Indonesia mengakuisisi Sigma Cipta Caraka yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) pada 2011. DCI Indonesia merupakan kolaborasi antara Marina, Otto, dan Han Arming Hanafia.

Peluang teknologi yang kian melaju akhirnya mendorong DCI Indonesia go public di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Januari 2021. Tak lama berselang, menyusul PT Indointernet Tbk. (EDGE) yang mulai mencatatkan sahamnya di pasar modal pada 8 Februari 2021.

Saat ini, Marina yang menjabat Presiden Komisaris DCII setelah melepas posisi Presiden Direktur pada 2016, memegang 22,51% saham DCII atau sekitar 536,50 juta lembar.

Di sisi lain, DCII yang dirintis Marina masih menguasai setidaknya lebih dari 50% pusat data di Indonesia dengan kapasitas terpasang sebesar 128 megawatt (MW) pada akhir 2025.

Sebagai gambaran, kapasitas pusat data DCII pada 2021 hanya sebanyak 58 MW, kemudian naik menjadi 64MW pada 2022, lalu menjadi 83 MW pada 2023, dan meningkat menjadi 119 MW pada 2024.

Dari sisi kinerja, DCII dalam rentang 5 tahun terakhir mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit secara konsisten pada sisi keuangan. Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Dataindonesia, DCII membukukan pendapatan sebesar Rp2,54 triliun pada 2025, tumbuh 40,14% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan raihan sebesar Rp1,81 triliun pada 2024.

Pendapatan DCII itu mayoritas berasal dari colocation atau layanan penyewaan data center yang menyumbang Rp2,35 triliun, dan sisinya berasal dari pendapatan lainnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan DCII juga naik menjadi Rp1,16 triliun pada 2025 dari posisi RpRp755,40 miliar. Setelah dikurangi dengan pajak dan beban lainnya, DCII mengemas laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1 triliun atau tumbuh 25,72% YoY. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Batal Periksa Ketua Kadin Sultra, Ini Alasannya
• 4 jam laluokezone.com
thumb
RUU PPRT Diresmikan, DPR Beri Payung Hukum untuk PRT
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
May Day Fest 2026 di Makassar Dikemas dalam Konsep Festival
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Puan Pastikan DPR Kawal Kasus Seksual di Kampus hingga Pelaksanaan Haji 2026
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Kemenperin Panggil Pengusaha Plastik, Temukan Fakta Sebenarnya
• 8 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.