Jakarta, VIVA – Nama Honda Mobilio pernah menjadi salah satu pemain kuat di segmen Low MPV Tanah Air. Diluncurkan kembali pada 2014 sebagai model khusus pasar berkembang, Mobilio langsung mencuri perhatian berkat desain modern, mesin responsif, dan harga yang kompetitif pada masanya.
Pada periode awal penjualannya, Mobilio bahkan sempat menjadi tulang punggung Honda di Indonesia. Penjualannya mampu menembus puluhan ribu unit per tahun dan bersaing langsung dengan model yang sudah lebih dulu mapan. Namun, kejayaan tersebut tidak bertahan lama seiring perubahan tren pasar.
Masuk ke fase berikutnya, tekanan dari kompetitor baru serta pergeseran minat konsumen ke SUV membuat posisi Mobilio terus melemah. Honda kemudian mulai mengalihkan fokus ke model lain seperti BR-V dan WR-V, yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
Tanda penurunan peran Mobilio semakin terlihat pada 2022. Saat itu, lini produknya dipangkas hingga hanya menyisakan varian paling dasar bertransmisi manual. Kondisi tersebut terjadi karena mayoritas permintaan datang dari konsumen fleet atau korporasi, bukan lagi pembeli retail.
Sejak saat itu, Mobilio praktis tidak lagi menjadi pemain utama di pasar ritel. Perannya bergeser menjadi kendaraan operasional yang mengutamakan efisiensi biaya. Hal ini juga sejalan dengan penggunaannya di lapangan yang mulai banyak ditemui sebagai armada perusahaan hingga transportasi umum.
Saat VIVA Otomotif melihat data produksi dari Gaikindo, Selasa 21 April 2026, sinyal menghilangnya Mobilio sebenarnya sudah terlihat sejak 2024. Pada tahun tersebut, produksi tercatat sangat kecil, hanya sekitar 120 unit sepanjang tahun, dengan kontribusi yang nyaris tidak signifikan terhadap total pasar.
Memasuki 2025, situasinya semakin jelas. Tidak ada lagi angka produksi yang tercatat untuk Mobilio, menandakan model ini sudah tidak lagi diproduksi massal. Lalu pada 2026, nama Mobilio benar-benar hilang dari daftar produksi.
Menariknya, jika melihat data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), nama Mobilio masih tercatat pada tahun 2025. Terdapat beberapa varian seperti tipe S, E, hingga RS dengan rentang NJKB sekitar Rp179 juta hingga Rp216 juta, yang menunjukkan model ini masih tercatat secara administratif.





