Kritik Berujung Laporan, Puan Maharani: Kita Harus Jaga Etika dalam Mengkritik

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Puan Maharani angkat bicara perihal adanya pengamat dan akademisi yang dilaporkan ke polisi ketika menyuarakan suatu kritik.

Puan mengingatkan bahwa para pengamat harus tetap menjaga etika ketika memberikan kritik.

"Hukum harus dijalankan dengan seadil-adilnya. Namun kita juga harus bisa menjaga etika dalam memberikan kritik untuk bisa dilakukan secara santun," ujar Puan dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Soal Feri Amsari Dilaporkan, Pakar Hukum Tata Negara Yogyakarta Sebut sebagai Kemunduran Demokrasi

Meski begitu, Puan menegaskan bahwa, antara yang mengkritik dan yang dikritik harus saling menghargai dan menghormati.

Menurutnya, pihak yang memberi kritik harus memberikan kritiknya secara baik, sedangkan yang diberikan kritik harus menerima, jika memang kritikannya itu membangun.

"Jadi kita harus tetap mengedepankan saling menghargai lah, saling menghormati," imbuhnya.

Baca juga: Menteri Pigai Curiga Ada Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Pelaporan Feri Amsari-Ubedilah Badrun

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengamat dan akademisi dilaporkan ke polisi karena ucapannya yang mengkritik pemerintah.

Beberapa pengamat itu, antara lain, Saiful Mujani, Feri Amsari, dan Ubedilah Badrun.

Saiful Mujani dituduh melakukan makar akibat video dirinya menyampaikan pandangan terkait kondisi politik nasional dan menyebut perlunya konsolidasi untuk menjatuhkan Presiden.

Baca juga: Menteri Pigai: Kritik Feri Amsari dan Ubedilah Badrun Tak Bisa Dipidana

Kemudian, Feri Amsari dilaporkan atas tuduhan penghasutan karena dinilai berbohong saat mengkritik klaim swasembada pangan pemerintah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, Ubedilah dilaporkan terkait pernyataannya dalam podcast Forum Keadilan yang dinilai menyinggung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pelapor menilai, video podcast dari Forum Keadilan TV yang mengundang Ubed sebagai pembicara dapat mengganggu ketertiban umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaringan Penyelundupan Manusia ke Australia Dibongkar, 3 WN Pakistan Jadi Tersangka
• 19 jam laluokezone.com
thumb
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Staf PBNU sebagai Saksi Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 37 menit lalukompas.tv
thumb
Harga CPO Memanas, Astra Agro (AALI) & Eagle High (BWPT) Perluas Area Replanting
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Indonesia akan Terapkan Dwi Kewarganegaraan Terbatas, Siapa Saja yang Bisa Mengaksesnya?
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
NasDem: Pengesahan UU PPRT Jadi Kado Usai Penantian 22 Tahun
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.