Bisnis.com, PADANG - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengungkapkan bahwa jelang hari keberangkatan jemaah calon haji di Embarkasi Padang tercatat terus meningkat.
Kepala Kanwil (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Sumbar M. Rifki mengatakan sampai saat ini total jemaah calon haji mencapai 5.402 orang, angka itu mengalami penambahan sekitar 50 orang. Dari jumlah itu 4.033 orang berasal dari Sumbar dan 1.369 orang dari Bengkulu.
"Embarkasi Padang ini memberangkatkan dari jemaah asal Sumbar dan Bengkulu. Proses kelompok terbang (kloter) I masuk ke Asrama Haji sudah dilakukan Kamis (23/4/2026)," kata M Rifki, Rabu (22/4/2026).
Dia menjelaskan keberangkatan kloter 01 jemaah calon haji dari Embarkasi Padang ini dimulai pada Jumat (24/4/2026) pukul 01.05 WIB, melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan maskapai Garuda Indonesia GIA 3801, dengan jumlah 939 jemaah calon haji (termasuk petugas).
"Soal kesiapan, seluruh hal telah kami siapkan. Jadi, pada kloter I nanti tinggal istirahat dengan nyaman di dalam Asrama Haji nantinya," ujar dia.
Rifki menjelaskan pada pelaksanaan haji 2026 ini terdapat 14 kloter dari Embarkasi Padang yang berangkat menuju Jeddah. Kloter 1 merupakan jemaah calon haji dari Kota Padang.
Baca Juga
- BI Sumut Inisiasi Pengiriman 1,05 Ton Cabai dari Karo ke Palangka Raya Kalteng
- Genjot PAD, Pemprov Riau Tertibkan Usaha Galian C Ilegal
- Dua Daerah di Sumsel Tetapkan Siaga Karhutla, Tingkat Provinsi Masih Tunggu SK
Kakanwil menyebut komposisi jemaah haji tahun ini juga didominasi oleh lanjut usia, yakni 26% jemaah berusia di atas 65 tahun yang jumlahnya mencapai seribu orang. Bahkan yang tertua berusia sekitar 98 tahun dan yang termuda di bawah 20 tahun.
Melihat cukup banyaknya jemaah calon haji lansia, pelayanan prima menjadi prioritas yang akan dilakukan bagi petugas haji.
Dikatakannya, pada tahun 2026 ini calon jemaah haji Embarkasi Padang menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Dari segi layanan untuk lansia ada kemudahan dan berbeda dengan tahun lalu saat jemaah haji harus digotong untuk naik pesawat.
"Kami berharap tahun ini pelaksanaan lebih baik. Begitupun soal geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, semoga tidak berdampak terhadap pelaksanaan haji tahun ini," harapnya.
Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Cabang Padang Boydike Kussudiarso mengatakan khusus layanan lansia, ada alat yang disediakan untuk mengangkut jemaah lansia hingga sampai ke atas pesawat.
"Jadi tidak digotong lagi, sudah ada alat khusus yang kami siapkan, lebih mudah jemaah untuk bisa sampai ke atas pesawat," tutupnya.





