Jemaah haji Embarkasi Surabaya mulai menunjukkan potret perubahan perliaku dalam membawa barang bawaan untuk terbang ke Tanah Suci.
Dulu terdapat barang tidak lazim seperti cobek, rice cooker hingga water heater yang dibawa jemaah, kini bergeser ke barang kecil seperti gunting dan korek api.
Hal ini menunjukkan tingkat pemahaman jemaah terhadap aturan penerbangan dan ibadah haji dari tahun ke tahun mulai meningkat.
Pantauan suarasurabaya.net pada Kamis (29/4/2026), sebelum diberangkatkan ke Bandara Juanda jemaah Haji harus melalui tahapan pemeriksaan barang di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Benny Setiawan PPIH Bidang Pemberangkatan Haji menjelaskan, tujuan pemeriksaan ini untuk memastikan bawaan jemaah haji tidak melanggar ketentuan.
Pemeriksaan berlangsung di gedung yang sudah disiapkan di Embarkasi Surabaya, sehingga setibanya di Bandara Juanda bisa mempercepat proses pemeriksaan barang di bandara.
Jemaah diminta untuk memperhatikan, barang-barang apa yang boleh dibawa pada koper kabin atau koper kecil, maupun tas kecil.
“Jemaah tidak boleh membawa tas selain yang sudah disiapkan, jadi yang sudah disiapkan tas kecil atau koper kecil dan tas paspor saja. Kalau mau bawa lagi harus dikemas lagi di koper kecil,” ujar Benny.
Dalam pemeriksaan ini, Jamaah haji akan diminta menyiapkan paspor terlebih dahulu. Paspor diminta ditaruh pada bagian depan tas kecil, untuk memudahkan pengecekan. Kemudian tas kecil ditaruh pada atas koper kecil dan dibawa ke bagian X-Ray. Proses ini dilakukan berurutan berdasarkan nomor rombongan dan regu.
Menurut Benny, setelah pengecekan jemaah haji akan naik bus ke bandara dalam kondisi steril. Artinya, barang bawaan sudah sesuai ketentuan. Bahkan bagasi bus akan disegel untuk memastikan bawaan tetap sesuai ketentuan sampai di tempat tujuan.
Sementara sampai hari kedua pemberangkatan, kata Benny barang yang paling banyak disita, seperti gunting dan korek api. Tapi semakin tahun jamaah haji semakin memahami. Karena tidak ada lagi sitaan barang bawaan seperti cobek.
Barang yang disita dari jamaah akan diserahkan pada petugas daerah masing masing, dan masuk dalam berita acara penyitaan.
“Saat pemeriksaan X-Ray jemaah tidak boleh membawa senjata tajam seperti gunting, potongan kuku dan lain-lain,” ujarnya.(wid/wld/ipg)




