DPRD Kayong Utara Dukung Investasi PT DIB, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Kayong Utara: Dukungan terhadap investasi PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) terus menguat. DPRD Kabupaten Kayong Utara menilai kehadiran proyek strategis nasional tersebut telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
 
Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara yang dikelola PT Dharma Inti Bersama merupakan pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit untuk produksi  alumina dan aluminium yang terintegrasi dan berkelanjutan. 
  Baca juga:  Semester I, Harita Nickel Cetak Pendapatan Rp12,80 Triliun                                 
Ketua Pansus, Ishak ST, mengungkapkan hingga saat ini sekitar 1.800 tenaga kerja lokal telah terserap dalam proyek tersebut.
 
“DPRD berterima kasih kepada PT DIB karena sudah mempekerjakan tenaga kerja lokal. Namun kami juga mendorong agar kompetensi mereka terus ditingkatkan, baik hard skill maupun soft skill, sehingga bisa naik ke level yang lebih tinggi,” ujarnya pada Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2027, Selasa (23/4/2026).

Selain itu, ujarnya, DPRD mencatat keberadaan tenaga kerja asing  masih dibutuhkan untuk mengisi posisi teknis tertentu. Ke depan diharapkan transfer pengetahuan dapat memperkuat kapasitas  tenaga kerja lokal.
 
Anggota DPRD lainnya, Abdul Rani, memberikan apresiasi kepada PT DIB karena meskipun belum memasuki tahap produksi, perusahaan telah memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat.
 
“Belum produksi tapi sudah memberikan kontribusi berupa lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat kepulauan,” katanya.
 
DPRD Kayong Utara pun optimistis, seiring dengan percepatan operasional KIPP, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan semakin meningkat.
 
Perwakilan manajemen PT DIB menegaskan bahwa kehadiran KIPP telah mulai menciptakan efek berganda (multiplier effect) di berbagai sektor. Aktivitas proyek mendorong peningkatan perputaran ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan permintaan bahan baku dari wilayah sekitar, termasuk desa-desa penyangga seperti Pelapis.
 
Komitmen terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), mulai dari bantuan kebutuhan pokok, dukungan energi, hingga kontribusi terhadap pengembangan infrastruktur dasar di wilayah sekitar kawasan industri.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Italia Siapkan 4 Kapal Buat Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Geopolitik Memanas, Gaikindo Soroti Kenaikan Biaya Produksi Industri Otomotif
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Lampaui Kewenangan, Legislator PKB di DPR RI Kritik Keras soal Usulan Batas Jabatan Ketum Parpol
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Salatiga Pimpin Indeks Kota Toleran 2025, Tegal & Ambon Catatkan Progres Signifikan
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Dari Cobek hingga Gunting, Perilaku Jemaah Terkait Barang Bawaan Mulai Berubah
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.