Grid.ID - Presenter sekaligus anggota DPR RI Uya Kuya mendadak ramai diperbincangkan setelah muncul hoaks yang menyebut dirinya memiliki 750 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Uya menduga ada motif politik di balik isu tersebut. Ia menilai ada pihak yang ingin menyerang program MBG, namun menggunakan namanya agar isu tersebut cepat viral.
"Ya mungkin ada yang untuk berusaha menjatuhkan atau nggak suka program ini. Tapi mungkin dugaan saya gini, ya mungkin tujuannya menyerang program ini tapi supaya beritanya besar ya saya dipakai jadi bensinnya," ungkap Uya Kuya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Menurut pria 51 tahun ini, nama besar dirinya sebagai figur publikmemang kerap dimanfaatkan agar sebuah isu cepat menyebar dan dipercaya publik.
"Ya seorang Uya Kuya gampang kayaknya difitnah pakai nama dia aja kayak dulu juga kan... akhirnya bisa lebih cepat menyebarnya, orang percaya dan lain sebagainya," tambahnya.
Meski jadi korban fitnah, Uya tetap bersikap objektif. Ia mengakui masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari program MBG, terutama di lapangan.
"Tapi memang sejujurnya memang program MBG ini masih banyak hal-hal yang menurut saya harus diperbaiki gitu kan. Programnya bagus menurut saya. Cuman emang kayak adanya beberapa dapur-dapur yang menyalahi aturan, ada kasus-kasus keracunan, itu menurut saya harus ditindak tegas," jelasnya.
Sebagai ayah dua anak dan wakil rakyat, Uya menyoroti pentingnya kualitas makanan untuk anak-anak. Ia bahkan meminta dapur bermasalah tidak hanya disanksi sementara, tapi ditutup jika perlu.
"Harus ditutup kalau perlu. Jangan cuman disuspend. Dan biar, karena ini kan juga berhubungan dengan anak-anak Indonesia penerima manfaat yang menurut saya berhak untuk menerima makanan yang sehat dan bener," tegasnya.
Di akhir, Uya menegaskan bahwa kritik terhadap program pemerintah itu wajar. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah yang merugikan orang lain.
"Jadi emang perlu dievaluasi dan dikritik perlu itu. Cuman jangan akhirnya buat-buat berita-berita fitnah dan saya jadi korbannya, emang saya nggak tahu apa-apa gitu loh," pungkasnya.
Diketahui, kasus ini bermula setelah Uya menemukan sejumlah unggahan di media sosial pada 18 April yang menampilkan foto dirinya yang telah diedit, disertai narasi bahwa ia memiliki 750 dapur MBG.
Tak tinggal diam, Uya akhirnya melapor ke pihak berwajib. Laporan tersebut sudah resmi diterima dengan nomor LP/B/2746/IV/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 18 April 2026. (*)
Artikel Asli




