Manfaatkan Momentum Harga Timah, TINS Genjot Produksi dan Hilirisasi di 2026

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

TINS akan memperluas pengembangan produk bernilai tambah sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Manfaatkan Momentum Harga Timah, TINS Genjot Produksi dan Hilirisasi di 2026 (Foto: dok TINS)

IDXChannel - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menyiapkan strategi ekspansif dengan fokus pada peningkatan produksi dan hilirisasi pada 2026.

Perseroan akan memanfaatkan momentum harga timah global yang masih tinggi, di tengah pengetatan aktivitas tambang ilegal yang berdampak pada pasokan logam timah dunia.

Baca Juga:
TINS Habiskan Dana Rp27,60 Miliar Eksplorasi Timah di Kuartal I-2026

"Perseroan memposisikan diri untuk memanfaatkan momentum harga timah global yang tinggi dan penertiban tambang ilegal di Indonesia yang cukup mempengaruhi aliran supply logam timah secara global," kata Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (26/4/2026).

Di sisi hilir, TINS akan memperluas pengembangan produk bernilai tambah sebagai bagian dari strategi diversifikasi. 

Baca Juga:
Harga Timah Naik, TINS Bukukan Laba Bersih Rp1,31 Triliun Sepanjang 2025

Perseroan juga akan melakukan efisiensi operasional di seluruh lini bisnis, optimalisasi kinerja anak usaha, serta pemanfaatan aset non-operasi untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan.

Langkah ekspansi ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. TINS membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun, tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,19 triliun.

Baca Juga:
Wadirut Timah (TINS) Ditunjuk Jadi Plt Direktur Pengembangan Usaha

Dari sisi top line, pendapatan perseroan meningkat 6,14 persen menjadi Rp11,55 triliun dari Rp10,86 triliun pada 2024. 

Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya harga jual rata-rata logam timah berdasarkan London Metal Exchange (LME), yang naik sekitar 13% menjadi USD34.119,96 per ton pada 2025 dari sebelumnya USD30.177,45 per ton.

Meski demikian, beban pokok pendapatan turut meningkat 8,41 persen menjadi Rp8,79 triliun. Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp1,91 triliun, mencerminkan tekanan biaya di tengah upaya ekspansi dan peningkatan produksi.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahaya Era Post-Truth! Menkomdigi Bongkar Ancaman ke Ekonomi RI
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Snowflake: Agentic AI Mulai Ubah Cara Kerja Perusahaan
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Manfaatkan Momentum Harga Timah, TINS Genjot Produksi dan Hilirisasi di 2026
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemkab Kukar fasilitasi transportasi dan konsumsi 268 calon haji
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Ledakan Bom Bus, 13 Tewas dan 38 Orang Terluka di Kolombia
• 13 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.