JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menjelaskan tentang pengadaan sejumlah barang oleh BGN, yang dituding tidak berkaitan dengan kebutuhan pemenuhan gizi.
Dalam siniar Teras Ekbis yang tayang di kanal YouTube Kompas TV, Sabtu (25/4/2026), Dadan menjawab pertanyaan tentang urgensi pengadaan sejumlah barang, seperti sepeda motor listirk hingga semir sepatu.
Menurutnya, sebagai badan atau lembaga yang baru terbentuk, BGN memerlukan orang atau personel.
Baca Juga: Kepala BGN Jelaskan Pengadaan Layanan Video Conference Rp5,7 Miliar: MBG Butuh Koordinasi Cepat
“Untuk bisa menyelenggarakan kegiatan butuh orang. Jadi untuk menghandel SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) saja butuh kepala SPPG. Nah kepala SPPG-nya harus dididik. Jumlahnya berapa? Yang sebenarnya kita didik 33 ribu,” bebernya.
“Mendidik 33 ribu butuh apa? Ya butuh anggaran. Memangnya mereka mau dididik tanpa anggaran? Nggak mau kan. Dan mereka juga dididikkan harus dikumpulkan di berbagai tempat. Butuh logistik, ya kan,” lanjutnya.
Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk operasional personel merupakan hal yang normatif dan terjadi di lembaga mana pun.
Ia mencontohkan pada instansi Polri dan TNI, yang juga membutuhkan seragam.
Saat ditanya mengenai urgensi pengadaan semir sepatu, Dadan menjelaskan, para personel BGN nantinya akan mengikuti pendidikan komponen cadangan (Komcad), sehingga harus tampil rapi.
“Karena gini, kan mereka itu diberi sepatu-sepatu PDH. Di komcad itu, di kemiliteran, itu kan harus tampil rapi. Nah sepatu itu kalau sudah di lapangan kemudian masuk lagi ke tempat, kan harus dibersihkan,” tuturnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- badan gizi nasional
- bgn
- kepala bgn
- kepala badan gizi nasional
- dadan hindayana





