Bisnis.com, JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) berencana mengalihkan sebagian saham hasil pembelian kembali (buyback) melalui skema program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen.
Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni 2026.
Corporate Secretary MEDC Siendy K. Wisandana menyampaikan bahwa pengalihan saham tersebut akan dilakukan melalui program kepemilikan saham oleh karyawan, direksi, dan dewan komisaris, termasuk di entitas anak dan afiliasi perseroan.
“Perseroan akan menyelenggarakan RUPST pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2026, dimana terdapat mata acara RUPST yang akan mengajukan permohonan persetujuan dari pemegang saham sehubungan dengan pelaksanaan pengalihan saham hasil pembelian kembali,” ujar Siendy dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (29/4/2026).
Berdasarkan data per 31 Maret 2026, MEDC tercatat memiliki saham treasuri sebanyak 455,6 juta lembar atau setara 1,81% dari modal ditempatkan dan disetor.
Dari jumlah tersebut, perseroan berencana mengalihkan sebanyak 150 juta saham yang berasal dari buyback tahun 2025. Saham tersebut akan digunakan dalam program Employee Share Allocation Program (ESAP) dan Management Share Allocation Program (MSAP).
Baca Juga
- Medco (MEDC) Terbitkan Surat Utang US$200 Juta, Tawarkan Kupon 8,625%
- Amunisi Medco Energi (MEDC) Genjot Produksi Migas 2026
- Laba Bersih Medco (MEDC) Anjlok jadi Rp1,7 Triliun pada 2025
“Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPST untuk mengalihkan sebesar 150.000.000 lembar saham,” tambah Siendy.
Program ESAP dan MSAP sendiri telah dijalankan MEDC secara berkelanjutan sejak 2017 sebagai bagian dari insentif bagi karyawan dan manajemen. Melalui skema ini, penerima saham tidak diwajibkan melakukan pembayaran.
“Oleh karena ESAP dan MSAP merupakan bagian dari insentif… maka tidak ada pembayaran yang harus dilakukan oleh peserta program,” tambahnya.
Perseroan menilai langkah ini diperlukan mengingat alokasi saham dari buyback sebelumnya tidak lagi mencukupi untuk kebutuhan program hingga beberapa tahun ke depan. Dengan tambahan saham yang akan dialihkan, MEDC menargetkan kebutuhan program ESAP dan MSAP untuk periode 2026–2028 dapat terpenuhi.
Adapun pelaksanaan pengalihan saham tersebut akan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 29/2023 yang mengatur batas waktu pengalihan saham treasuri maksimal tiga tahun sejak buyback selesai dilakukan, dengan kemungkinan perpanjangan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





