Siasat Emiten Material Konstruksi AVIA, CSAP cs Jaga Kinerja di Tengah Gejolak Global

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten di sektor bahan bangunan dan perlengkapan hunian tetap menunjukkan optimisme menatap 2026 meskipun dibayangi tekanan geopolitik global, fluktuasi harga bahan baku, serta pelemahan nilai tukar.

Produsen cat, PT Avia Avian Tbk. (AVIA), menjadi salah satu yang percaya diri menjaga kinerja. Head of Investor Relations AVIA, Andreas Timothy Hadikrisno, mengatakan permintaan pasar yang tetap solid menjadi fondasi utama perseroan di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz berpotensi mengganggu rantai pasok dan memicu kenaikan harga bahan baku, yang turut diperparah oleh pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan yuan China. Meski demikian, perseroan menilai dampaknya masih terkendali.

“Perseroan telah mengamankan pasokan jangka panjang, meningkatkan level persediaan, serta mengatur prioritas distribusi. Saat ini, ketersediaan bahan baku telah terjamin hingga Juni 2026,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Menariknya, meski harga minyak meningkat, dampaknya terhadap margin tidak terjadi secara langsung karena adanya jeda dalam siklus persediaan. Secara historis, margin kotor konsolidasi tetap stabil di kisaran 40%–44%, bahkan saat harga minyak melonjak tinggi pada masa pandemi.

Memasuki 2026, AVIA menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 6%–10% dan volume 4%–8%, ditopang penguatan distribusi, inovasi produk, dan strategi pemasaran yang konsisten.

Baca Juga

  • Emiten Cat Hermanto Tanoko (AVIA) Putuskan Bagi Dividen Rp1,36 Triliun
  • Emiten Hermanto Tanoko Avian (AVIA) Bidik Penjualan Tumbuh 10% pada 2026
  • Jurus Mitra10 (CSAP) Hadapi Daya Beli Masyarakat Lesu di 2025

Andreas berharap pada kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi, termasuk pengendalian inflasi. Hal ini dinilai krusial untuk menopang konsumsi, terutama di sektor properti dan bahan bangunan.

Salah satu katalis yang dinantikan adalah program pembangunan 3 juta rumah. Program tersebut diyakini dapat mendorong permintaan cat, khususnya di segmen dekoratif dan pelapis, seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan renovasi hunian.

Avia Avian Tbk - TradingView

Produk cat Avia Avian

Renovasi Masih Jadi Andalan

Optimisme serupa disampaikan Komisaris PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (CSAP), Achmad Widjaja. Ia menilai prospek industri bahan bangunan tetap terbuka, meski pasar perumahan baru belum pulih sepenuhnya.

Dari total 58 toko yang dimiliki CSAP, penjualan masih didominasi oleh segmen renovasi rumah. Sementara itu, pembangunan perumahan baru dinilai belum cukup kuat untuk menjadi motor pertumbuhan.

“Segmen renovasi masih menjadi andalan karena permintaan dari pembangunan rumah baru belum signifikan,” ujarnya.

Di sisi lain, industri masih mengandalkan produk lokal. Namun, untuk produk impor yang porsinya sekitar 30%, pelaku usaha berharap adanya kepastian regulasi agar pasokan tetap terjaga.

Sementara itu, Head of Marketing Kohler Indonesia, Maria Veronica Simanjuntak, menyebut kenaikan biaya energi dan volatilitas bahan baku memang menjadi tantangan tetapi dapat diantisipasi.

Perusahaan mengandalkan penguatan rantai pasok dan optimalisasi manufaktur lokal untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produk. Di sisi harga, penyesuaian dilakukan secara hati-hati dan bertahap.

Menariknya, permintaan produk sanitari premium tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi. Hal ini didorong tren renovasi dan upgrade hunian, serta konsumen kelas menengah atas yang semakin selektif dan berorientasi pada kualitas jangka panjang.

Kontribusi penjualan terbesar Kohler masih berasal dari proyek hospitality, residensial premium, serta proyek komersial dan mixed-use. Ke depan, perusahaan akan memperluas kerja sama dengan developer, arsitek, dan desainer interior.

Catur Sentosa Adiprana Tbk. - TradingView

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Darurat Sampah dan Stabilitas Ekonomi di Kota Bandung Jadi Sorotan
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
MA-KY Diminta Telusuri Keterlibatan Hakim di Kasus Daycare Little Aresha
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Tim Thomas Indonesia Tersingkir Dini, Alarm untuk PBSI Menyala Keras
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Riefky Dorong IFC Jadi Pusat Ekonomi Kreatif dan Pembiayaan Kreator
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Google Izinkan AI Dipakai Operasi Rahasia Militer AS meski Diprotes Pegawai
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.