Liputan6.com, Jakarta - Program budidaya padi biosalin di wilayah pesisir Kabupaten Jepara menunjukkan hasil menggembirakan. Inisiatif yang merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ini mampu melampaui target panen di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Pada musim tanam kali ini, luas panen tercatat mencapai 22 hektare, melebihi target awal sebesar 20 hektare. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan biosalin mampu menjadi solusi adaptif bagi lahan pesisir yang rentan terhadap intrusi air laut dan perubahan iklim.
Advertisement
Tak hanya dari sisi luasan, produktivitas panen juga menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dengan rata-rata produksi 7 hingga 9 ton per hektare, total hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 176 ton gabah, dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,23 miliar.




