REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA – Pasukan Israel meninggalkan sejumlah aktivis peserta armada yang menuju Gaza terdampar di laut setelah “secara sistematis” melumpuhkan kapal mereka, kata kelompok tersebut, Kamis. Ini dilakukan setelah IDF mencegah sejumlah kapal Global Sumud Flotilla di perairan dekat Pulau Kreta, Yunani.
“Setelah menghancurkan mesin dan menghancurkan susunan navigasi, militer mundur – dengan sengaja meninggalkan ratusan warga sipil terdampar di kapal yang tidak berdaya dan rusak tepat di jalur badai besar yang mendekat,” tulis Global Sumud Flotilla di X.
Baca Juga
DetikDetik Armada GSF Dicegat Israel
BREAKING NEWS: Kapal Global Sumud Flotilla Dicegat 'Israel', Aktivis Ditodong Senjata
Zionis Mulai Bajak Seratus Armada Global Sumud Flotilla Ratusan Kilometer dari Pantai Israel
“Komunikasi dengan beberapa kapal telah terputus, memutus kemampuan mereka untuk berkoordinasi atau memberi sinyal bantuan,” tambah kelompok itu.
Israel sebelumnya mengonfirmasi pihaknya mencegat beberapa kapal di perairan internasional.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla (GSF) menembus blokade Gaza mulai diganggu oleh Zionis Israel. Pada Rabu (29/4/2026) malam, 11 dari 56 kapal GSF yang berlayar di perairan internasional Laut Mediterania di dekat Yunani mengalami hilang kontak setelah sempat didekati armada militer Zionis Israel.
“Baru saja, kurang dari setengah jam yang lalu, saya sebagai salah satu dari Steering Committee Global Sumud Flotilla mendapatkan informasi yang sudah clear untuk disampaikan kepada masyarakat luas bahwasannya flotilla kami, terdiri saat ini dengan 56 kapal, itu didatangi oleh satu kapal yang menjelaskan kalau dia adalah dari Israel,” ujar anggota Steering Committee Global Sumud Flotilla Maimon Herawati, Kamis dini hari.
Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Muhammad Husein (kanan) bersama aktivis dari negara lain berada diatas kapal Armada Global Sumud Flotilla di pelabuhan Barcelona, Spanyol, Sabtu (11/4/2026) waktu setempat. - (EPA/MARTA PEREZ)
Ia mengatakan, sebagian kapal melaporkan didatangi satu kapal yang mengeklaim berasal dari pasukan penjajahan Israel. Mereka kemudian mengacungkan senjata semiotomatis ke para peserta armada menuju Gaza dan memaksa mereka berlutut.
“Jadi kita belum memastikan Israel apa bukan, tapi self-identified atau dia mengatakan dia dari Israel yang kemudian menyuruh teman-teman untuk berbalik arah,” ujar Maimon.