BEKASI, DISWAY.ID - Puluhan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) menerima penghargaan dari Jusuf Kalla atau JK, mantan wakil presiden Republik Indonesia (RI) ke-10 di kantor PMI Kota Bekasi pada Rabu, 29 April 2026.
Penghargaan tersebut diberikan Ketua Umum PMI karena kesigapan sebanyak 91 relawan dalam membantu korban kecelakaan kereta KRL Commuter Line dengan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam WIB.
Pria yang juga sempat mendampingi mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo menyampaikan rasa bangga atas dedikasi yang berikan sejumlah relawan dan anggotanya dalam membatu menangani para korban.
BACA JUGA:Pemkot Bekasi Segera Tutup Pemanen Perlintasan Kereta Ampera-Bulak Kapal
"Oh iya tentu kita menghargai, menyampaikan ucapan terimakasih kepada relawan PMI yang cepat tanggap, untuk mengatasi, membantu bersama-sama dengan semya lembaga-lembaga, instansi relawan yang lain," ucap Jusuf Kalla di lokasi.
Tidak hanya menerima penghargaan, namun Jusuf Kalla juga memberikan tambahan bonus berupa uang kepada anggota dan relawan yang saat itu memberikan bantuan.
Sekertaris Jendral (Sekjen) PMI Kota Bekasi, Kusnaman menyampaikan bahwa puluhan relawan yang menerima penghargaan merupakan personel PMI dari berbagai daerah.
BACA JUGA:Polisi Gunakan TAA untuk Analisis Penyebab Taksi Listrik Ditemper KRL dalam Tragedi Stasiun Bekasi Timur
"Itu terdiri dari PMI se-DKI. Kemudian juga PMI Tanggerang, Kabupaten Bekasi, kemudian juga ada PMI Karawang dan termasyk Kita Bekasi sendiri," jelas Kusnaman.
Sedangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pastikan akan melakukan penutupan secara permanen terhadap akses jalan perlintasan kereta api di sejumlah wilayah.
Hal tersebut diakibatkan karena tabrakan antara Commuter Line dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
BACA JUGA:Usut Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Polisi Sudah Periksa Sopir Taksi Ijo, Kini Giliran Petugas KAI
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan bahwa penutupan secara permanen dilakukan setelah rampungnya flyover di Bulak Kapal.
"Kami tutup permanen Ampera dan Bulak Kapal. Tapi tentu diawali dengan pembangunan Fly Over di Bulak Kapal," tutur Tri.
Pembangunan flyover nantinya akan diputuskan setelah mempertimbangkan berbagai macam aspek, antara lain efektifitas waktu pengendara, dan kondusifitas arus lalu lintas.
- 1
- 2
- »





