Kecelakaan lalu lintas menimpa mobil yang dinaiki rombongan pengantar calon jemaah haji di Grobogan, Jawa Tengah. Minibus yang mengangkut sembilan orang penumpang tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Jumat (1/5/2026).
Akibat kecelakaan maut tersebut, empat orang penumpang tewas di lokasi kejadian, di mana dua di antaranya merupakan balita. Sementara itu, dua orang mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan.
Baca juga: Sosmed Dipantau Ketat Aparat Saudi, 7 WNI Ditangkap Akibat Jual Paket Haji Ilegal
Berdasarkan rekaman video amatir warga, kondisi minibus tersebut mengalami kerusakan parah atau ringsek setelah terpental sejauh sepuluh meter dan terjun ke area persawahan sedalam enam meter.
Warga yang berada di lokasi kejadian langsung berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban yang terjepit di dalam badan mobil. Proses evakuasi sempat berjalan dramatis dan mengalami kendala karena kondisi lokasi yang masih gelap gulita serta diselimuti kabut tebal.Baca Juga:Geger! Polisi Bongkar Jual Beli Bayi di Deliserdang, 6 Tersangka DitangkapSalah seorang warga setempat, Bima menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, terdapat iring-iringan sembilan mobil pengantar haji yang melaju dari arah selatan.
Baca juga: Tegas! 18 Calon Jemaah Haji Pakai Visa Non-Prosedural Ditunda Keberangkatannya
"Mobil korban merupakan iring-iringan nomor tiga. Dua mobil di depannya selamat, namun saat mobil ketiga melintas, muncul kereta api. Kondisi saat itu kabutnya sangat tebal, jadi pandangan sopir terbatas. Apalagi di situ tidak ada rambu atau petugas palang pintu," ujar Bima di lokasi kejadian.
Dua mobil rombongan yang berada di posisi depan berhasil melintasi rel dengan selamat dan melanjutkan perjalanan menuju Pendopo Kabupaten Grobogan. Namun, nahas bagi penumpang di mobil ketiga yang masih satu keluarga tersebut.Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Ari Eko, menjelaskan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kecelakaan diduga kuat akibat terbatasnya jarak pandang pengemudi.
"Penyebab kecelakaan diduga karena adanya kabut tebal yang menyelimuti perlintasan kereta api, sehingga mengganggu pandangan pengendara yang melintas," jelas Iptu Ari Eko.
Baca Juga:Dubes Iran Sambangi Kediaman Jokowi di Solo, Bahas Apa?Diketahui, perlintasan kereta api tanpa palang pintu ini merupakan akses utama yang cukup ramai digunakan warga untuk beraktivitas. Selama ini, warga sekitar secara swadaya membuat palang perlintasan dan menjaganya secara bergantian, namun hanya terbatas dari pagi hingga sore hari saja.
Saat ini, empat jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr R Soedjati, Purwodadi. Sedangkan lima korban luka-luka lainnya tengah mendapatkan perawatan intensif di ruang UGD rumah sakit yang sama.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta api, terutama pada waktu dini hari saat jarak pandang terbatas.
#daerah



