JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum markas judi online jaringan internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat digerebek, warga sekitar telah menaruh rasa curiga pada para warga negara asing yang sering terlihat di sana.
Mulai dari struktur dan bentuk wajah yang cenderung mirip, cara berpakaian, cara interaksi, sampai kebiasaan membeli makanan.
Kecurigaan warga akhirnya terungkap saat polisi menangkap 320 WNA dan satu WNI yang mengoperasikan 57 situs judi online di sana.
Baca juga: Di Balik Gedung Hayam Wuruk, Mesin Judol Internasional Tumbuh Diam-diam
Untuk memastikan situasi tetap aman, polisi masih berjaga di sekitar lokasi.
Terkendala komunikasi karena bahasa
Warga sekitar, Ananda (bukan nama sebenarnya), mengaku sering melihat orang-orang dengan struktur wajah yang mirip di sekitar gedung perkantoran itu dalam beberapa bulan terakhir.
Mereka juga selalu menggunakan bahasa yang cukup asing di telinganya.
Terlebih saat berbelanja ke minimarket di lorong seberang pintu utama gedung.
KOMPAS.com/HANIFAH SALSABILA Gedung Hayam Wuruk Tower yang digerebek polisi karena praktik judi online internasional tampak lengang pada Senin (11/5/2026).
Hal tersebut mendorong kecurigaan Ananda. Kecurigaannya kemudian terungkap pada Jumat (8/5/2026) malam, ketika polisi menggerebek markas judol di Hayam Wuruk Plaza Tower.
“Biasanya suka banyak orang asing kayak Vietnam gitu di sini. Aku dari awal sudah curiga sih. Tapi baru tahu kalau mereka bikin tempat judol di sini. Mana enggak bisa bahasa Inggris,” kata Ananda ditemui Kompas.com di sekitar gedung perkantoran tersebut, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Warga Sempat Curigai Markas Judol di Hayam Wuruk Jakbar, Orang Kantoran tapi Bercelana Pendek
Kendala berkomunikasi ini juga disampaikan Sulaiman (bukan nama sebenarnya), salah seorang petugas keamanan di sekitar.
Menurut Sulaiman, mereka jarang berkomunikasi, dan lebih sering berbicara dengan bahasa yang cukup asing.
Karakteristik WNA yang mirip dengan bahasa yang digunakan lantas membuat dia curiga.
“Aneh bahasanya (asing). Saya sudah mencirikan lah, cuma ya enggak kelihatan gara-gara (kerjanya) online. Cuma ya curiga saja,” kata dia.
Beli makanan online dalam jumlah banyak
Warga lain, Indra (bukan nama sebenarnya), seorang juru parkir di restoran cepat saji tak jauh dari lokasi juga menyampaikan, beberapa kali harus berinteraksi dengan WNA dengan bantuan aplikasi penerjemah.