Investor Asing di Sektor Perunggasan Dikhawatirkan Perkuat Praktik Monopoli Industri

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Masuknya investor asing ke sektor hulu perunggasan memunculkan kekhawatiran semakin menguatnya praktik monopoli di industri perunggasan nasional.

Investor Asing di Sektor Perunggasan Dikhawatirkan Perkuat Praktik Monopoli Industri. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Rencana Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk mengundang investor baru, termasuk investor asing, ke sektor hulu perunggasan memunculkan kekhawatiran semakin menguatnya praktik monopoli di industri perunggasan nasional.

Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menilai persoalan utama industri perunggasan Indonesia saat ini bukan lagi terletak pada teknologi maupun sistem produksi, melainkan pada struktur industri yang semakin terkonsentrasi.

Baca Juga:
Pengusaha China Rencana Bangun Hilirisasi Unggas di RI, Investasi Rp1,4 Triliun

"Masalah utama industri perunggasan Indonesia bukan lagi sekadar teknologi produksi, melainkan strukturnya dan industrinya yang semakin terkonsentrasi sehingga mudah terjadi praktik monopoli. Akibatnya, sistem perunggasan menciptakan ketidakadilan ekonomi yang serius," katanya, Rabu (13/5/2026).

Yuli menilai, struktur industri yang terkonsentrasi telah menciptakan ketidakadilan ekonomi yang serius, terutama bagi peternak rakyat. Karena itu, rencana menghadirkan investor baru harus dijelaskan secara transparan, apakah akan memperbaiki persaingan usaha atau justru memperkuat dominasi pelaku usaha besar.

Baca Juga:
Investasi Asing di Sektor Peternakan Unggas Dinilai Bisa Pangkas Nilai Tambah Ekonomi

Dia menjelaskan, selama ini perusahaan besar telah melakukan integrasi usaha yang kuat mulai dari pembibitan day old chick (DOC), produksi pakan, obat dan vaksin, rumah potong, distribusi, cold storage, hingga perdagangan ritel. Kondisi tersebut membuat perusahaan besar mampu mengontrol harga input, pasokan DOC, distribusi, bahkan memengaruhi harga ayam dan telur di pasar.

"Akhirnya, peternak rakyat hanya menjadi price taker, membeli input mahal, menjual hasil murah, dan menanggung risiko terbesar. Di sinilah letak ketidakadilan dari industri perunggasan ini," ujar dia.

Baca Juga:
MBG  Butuh 700 Juta Telur per Tahun, Kadin Gaet Pengusaha China Bangun Industri Unggas

Yuli menegaskan pemerintah harus hadir untuk membenahi struktur industri yang dinilai tidak sehat. Selain pemerintah, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPI) juga diminta melakukan reformasi secara bertahap agar tercipta persaingan yang lebih adil.

"Pembatasan integrasi vertikal perlebihan harus dilakukan dengan membuat batas integrasi usaha tertentu. Misalnya perusahaan pembibit besar tidak boleh mendominasi perdagangan livebird, integrator besar dibatasi proporsi budidaya langsung, sebagian pasar wajib dialokasikan untuk peternak mandiri," ujar dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kawal Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 219.648 Ton Pupuk Subsidi
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seorang Wali Kota di Amerika Serikat Mengaku Bersalah! Akui Dirinya Sebagai Agen Mata-mata Partai Komunis Tiongkok
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materiil UU Kesehatan ke MK
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
84 dari 133 SPPG di Surabaya Belum Punya SLHS, Kepala KPPG: Memang Diperkenankan
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jelang Puncak Ibadah Haji, 138.879 Jemaah Indonesia Sudah Berangkat ke Arab Saudi
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.