JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) buka suara terkait penemuan 11 bayi diduga hasil hubungan gelap pada rumah penampungan seorang bidan di Padukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
Plt Sekretaris Menteri, Ratna Susianawati mengaku belum mendapatkan informasi lebih detail soal temuan 11 bayi hasil hubungan gelap di rumah Pakem tersebut. Ia menduga ada indikasi human traficking.
BACA JUGA:Menteri PPPA Tuntut Hukuman Diberatkan: Predator Anak di Pesantren Pati Harus Dijerat UU Berlapis!
" Nah ini juga indikasinya kan pasti juga ada hal-hal in-agent trafficking juga di sana. Kemudian juga yang kita lakukan pasti, karena ini kan pembagian kewenangan. Itu pasti yang kami lakukannya," ujar Ratna saat ditemui di Gedung KemenPPPA, Rabu 13 Mei 2026.
"Kami akan mencari kebenaran objektifnya dulu. Beritanya seperti apa. Kemudian kita akan melakukan assessment. Pastinya langkah cepat yang harus kita lakukan. Kita mengumpulkan dulu bukti-buktinya di sana seperti apa ya," tambahnya.
Lebih lanjut, Ratna Susianawati mengaku bahwa modus yang dilakukan pada kasus temuan 11 bayi tersebut bukan yang pertama kali terjadi.
Sehingga, perlu ada investigas mendalam dan berkoordinasi dengan UPTD daerah setempat untuk memastikan terbuka lebarnya kasus yang sedang ramai diperbincangkan.
BACA JUGA:HAKII Hadir Eksklusif di Blibli Mulai Harga Rp1,2 Juta, Siap Dukung Aktivitas Harian
"Supaya kita juga tidak salah untuk bisa menentukan kira-kira nanti penanganan utamanya. Yang penting adalah mengastikan ini tidak berulangan. Ini karena, ya sudah beberapa kali sih, apakah modusnya sama? Ataukah juga dengan cara yang lain? Nanti kita lihat," pungkasnya.





