JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta serius menangani masalah sampah di ibu kota. Setelah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang “Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber”, Pemprov DKI Jakarta gencar melakukan sosialisasi, edukasi, penyediaan fasilitas pendukung, serta kolaborasi dengan komunitas, perkantoran, dunia usaha, dan warga di tingkat RT/RW.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin menandaskan transformasi menjadi kunci keberhasilan yang harus ditempuh dan didukung seluruh lapisan masyarakat. Pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir adalah fondasi penting bagi Jakarta untuk menuju kota global.
“Persoalan lingkungan, khususnya sampah, butuh gotong royong seluruh pihak agar tercipta dampak yang lebih luas, berkelanjutan, dan mampu mempercepat transformasi Jakarta menuju kota yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” kata Dudi kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan Jakarta menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan adalah berkurangnya timbulan sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Keberhasilan juga diukur dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah, bertambahnya volume sampah yang didaur ulang atau diolah, serta berkurangnya praktik pembuangan dan pembakaran sampah sembarangan.
Baca juga: Di Balik Asap Pembakaran Sampah, Ada Masalah Sosial yang Tak Sederhana
Berdasarkan kajian komposisi sampah, hampir separuh sampah Jakarta merupakan sampah organik. Sebagian besar sampah lainnya juga masih memiliki potensi untuk didaur ulang.
Secara konsep, apabila pemilahan dan pengolahan berjalan optimal, sekitar 90 persen sampah dapat diselesaikan di tingkat hulu melalui pengolahan organik dan daur ulang. Dengan begitu, hanya sekitar 10 persen sampah yang menjadi residu dan perlu diproses lebih lanjut di fasilitas pengolahan akhir.
“Jika sampah sudah dipilah sejak dari sumber, pengolahan sampah organik dan anorganik dapat dilakukan lebih optimal. Dengan demikian, beban sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang dapat berkurang secara signifikan karena hanya residu yang masuk ke TPST Bantargebang,” jelas Dudi.
Pada tahap berikutnya, penguatan dilakukan melalui optimalisasi bank sampah, Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta RDF Plant Rorotan yang mengolah sampah anorganik bernilai rendah menjadi bahan bakar alternatif.
Sementara dari sisi hilir, Jakarta mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang dan Tanjungan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem open dumping.
Baca juga: PSEL di DIY Masuk Batch 2 Wali Kota Yogyakarta Sebut Ada Penambahan Lahan 1 Hektar
“Melalui pendekatan ini, pengelolaan sampah tidak lagi hanya berfokus pada pengangkutan ke tempat pembuangan akhir, tetapi mulai diarahkan pada pengurangan, pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah sejak dari sumbernya,” ujar Dudi.
Pemprov DKI Jakarta berharap pengelolaan sampah dapat bertransformasi menjadi sistem yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan menempatkan pengurangan sampah dari sumber sebagai fondasi utama. Untuk itu, pemerintah terus mendorong terciptanya budaya masyarakat yang lebih peduli lingkungan berbasis ekonomi sirkular.
Di sisi lain, dunia usaha juga didorong untuk terlibat aktif. Kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar, hotel, restoran, dan kafe diminta menyelesaikan pengelolaan sampahnya masing-masing.
Warga Tak Lagi Menunggu PemerintahDi tengah ancaman darurat sampah, sebagian warga telah bergerak membangun sistem pengelolaan mandiri dari lingkungan terkecil. Salah satunya Joko Sarjono, penggagas Kampung Edukasi Wisata Bhinneka di RT 014 RW 006, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Bank sampah di wilayahnya lahir dari keresahan warga terhadap buruknya tata kelola sampah di Jakarta. Saat itu, banyak warga masih terbiasa membuang dan membakar sampah sembarangan.
Baca juga: Nekat Bakar Sampah di Denpasar? Siap-Siap Kena Sanksi Tipiring, Ini Aturan Barunya!





