HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel terus mematangkan persiapan pelaksanaan Apersi Property Expo (Apex) 2026.
Pameran ini dijadwalkan pada 16 Agustus 2026 bertepatan dengan momentum peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Terbaru, sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor, panitia dan pengurus Apersi Sulsel melakukan audiensi dengan OJK Sulselbar pada Rabu, 13 Mei 2026.
Jajaran pengurus Apersi Sulsel menemui langsung Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sulselbar, Arif Machfoed.
Pertemuan tersebut membahas dukungan sektor jasa keuangan terhadap pengembangan industri properti dan akses pembiayaan masyarakat dalam kepemilikan rumah.
Ketua Panitia Apex 2026 Akbar Yusuf mengatakan bahwa untuk memastikan pelaksanaan Apex 2026 ini berjalan maksimal, pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.
Langkah ini juga sebagai upaya untuk memberi dampak luas bagi masyarakat maupun pelaku industri properti.
Akbar menjelaskan bahwa Apex 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pameran perumahan, tetapi juga ruang kolaborasi antara pengembang, perbankan, regulator, dan pemerintah dalam memperluas akses hunian bagi masyarakat.
“Kami terus membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder agar Apex 2026 ini nanti benar-benar menjadi momentum besar bagi sektor properti di Sulsel,” jelasnya.
Akbar membeberkan bahwa dukungan OJK tentu sangat penting, khususnya dalam penguatan akses pembiayaan perumahan.
Akbar menambahkan bahwa panitia tengah menyiapkan konsep expo yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya, termasuk menghadirkan berbagai program pembiayaan rumah yang memudahkan masyarakat memiliki hunian.
Sebelum bertemu OJK Sulselbar, panitia Apex 2026 juga telah melakukan rangkaian audiensi dengan sejumlah tokoh dan lembaga strategis di tingkat nasional.
Di antaranya bertemu Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra Andi Iwan Darmawan Aras yang merupakan mitra kerja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Kemudian Sekretaris Jenderal Kementerian PKP, serta Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra Kamrussamad yang membidangi sektor perbankan dan keuangan.
Sementara itu, Ketua DPD Apersi Sulsel Yasser Latief menegaskan bahwa sektor properti memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Menurutnya, industri properti tidak hanya bergerak di sektor pembangunan rumah, tetapi juga menggerakkan banyak sektor turunan mulai dari material bangunan, jasa konstruksi, tenaga kerja, hingga sektor perbankan.
“Properti memiliki efek domino yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketika sektor perumahan bergerak, banyak sektor lain ikut tumbuh dan lapangan kerja juga terbuka,” kata Yasser Latief.
Yasser juga menegaskan APERSI mendukung penuh program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pengembang perumahan memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, khususnya rumah subsidi dan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Apersi siap menjadi bagian dari percepatan program 3 juta rumah pemerintah. Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses hunian yang layak,” ujarnya.
Diketahui, Apex 2026 nantinya ditargetkan menjadi salah satu pameran properti terbesar di Sulsel dengan melibatkan pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan, serta berbagai stakeholder sektor perumahan lainnya. (ams)





