JAKARTA, KOMPAS.TV - Nadiem Anwar Makarim mengaku tidak pernah menyesal sempat bergabung dengan pemerintahan sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek).
"Saya tidak pernah menyesal bergabung dalam pemerintah. Mencari uang itu bisa seumur hidup. Untuk membantu generasi penerus bangsa kita menjadi lebih baik, itu hanya kesempatan sekali dalam hidup," ucapnya.
Nadiem menjelaskan, kesempatan untuk memperbaiki generasi penerus bangsa adalah momen sekali dalam hidup yang tidak mungkin ia tolak.
"Jadi saya tidak mungkin akan menolak jabatan atau amanah itu pada saat ditawarkan. Mau saya gagal pun, risiko gagal, risiko masuk penjara, pasti saya ambil karena masa depan Indonesia itu lebih penting dari segala risiko ini," sambungnya.
Hal itu disampaikan Nadiem usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada Rabu (13/5/2026).
Ia dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan pidana penjara selama 18 tahun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Baca Juga: Nadiem usai Dituntut 18 Tahun Penjara: Ini Hari yang Sangat Mengecewakan
Kendati demikian, ia tak memungkiri adanya rasa kecewa dan sakit hati dengan tuntutan jaksa kepadanya, setelah semua pengabdian dirinya kepada negara.
"Yang kedua jelas saya kecewa, sakit hati, saya patah hati. Orang tuh cuma patah hati kalau dia cinta dengan negara. Bahwa negara bisa melakukan ini kepada saya setelah semua mengabdian saya, ya iya saya sakit hati," tegasnya.
Nadiem menegaskan, meski mengaku sakit hati, namun hal itu tak berarti dirinya tidak mencintai Indonesia.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- nadiem makarim
- kasus korupsi chromebook
- tuntutan nadiem
- pemerintah
- sidang tuntutan nadiem

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F09%2F18%2F4f8ee914-ffe0-4883-bdb1-4292dcdf8e3a.jpg)



