TEL AVIV, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim telah mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) saat perang Iran.
Namun, Abu Dhabi membantah keras klaim yang dibuat oleh Netanyahu tersebut.
Netanyahu mengatakan ia secara rahasia mengunjungi UEA dan bertemu Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed saat perang terjadi.
Baca Juga: Suara Tembakan di Gedung Senat Filipina saat Polisi Berupaya Tangkap Senator Buron ICC
Dikutip dari BBC, Kantor Netanyahu mengatakan kunjungan tersebut dilakukan secara diam-diam dan menghasilkan terobosan bersejarah.
Pihak UEA pun langsung membantah keras pernyataan Israel tersebut, yang disiarkan Rabu (13/5/2026) malam waktu setempat.
“Hubungan dengan Israel bersifat publik dan dibangun dalam kerangka Abraham Accord yang terkenal dan diumumkan secara publik. Hubungan ini tak didasarkan pada kerahasiaan atau pengaturan rahasia,” bunyi pernyataan Pemerintah UEA dilaporkan Kantor Berita WAM dikutip dari Al-Jazeera.
“Oleh karena itu, klaim apapun mengenai kunjungan atau pengaturan yang tidak diungkapkan tidak berdasar kecuali dikeluarkan oleh otoritas resmi yang relevan di UEA,” ucapnya.
UEA menjadi salah satu sasaran serangan Iran sejak AS-Israel menyerang negara tersebut pada 28 Februari.
Adanya pangkalan AS di UEA menjadi salah satu penyebab serangan Teheran tersebut.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : BBC/Al-Jazeera
- benjamin netanyahu
- uni emirat arab
- uea
- perang iran





