RI-Rusia Perkuat Kerja Sama Energi, dari Minyak hingga Nuklir Modular

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia terus membuka ruang kolaborasi strategis dengan Federasi Rusia di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM). Kerja sama itu mulai dari rencana pembelian minyak, pengembangan ladang migas, proyek kilang, hingga pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil.

Penguatan kerja sama itu menjadi salah satu fokus dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia–Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang berlangsung di Kazan, Rusia.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan yang dipimpin bersama First Deputy Prime Minister Federasi Rusia Denis Manturov.

Dalam pertemuan terbatas Co-Chairs SKB RI–Rusia, Yuliot menyampaikan perkembangan sejumlah kerja sama sektor energi antara kedua negara. Pembahasan meliputi tindak lanjut rencana pembelian minyak, pengembangan ladang migas, perkembangan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, hingga kerja sama energi nuklir untuk tujuan damai.

Pada sesi pleno SKB ke-14 RI–Rusia, Yuliot menekankan pentingnya penguatan investasi dan transfer teknologi energi antara Indonesia dan Rusia guna mendukung ketahanan energi nasional dan transisi energi bersih.

"Hal ini sejalan dengan prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan energi, baik untuk bahan bakar minyak maupun listrik," ujar Yuliot melalui keterangan resmi dikutip Kamis (14/5/2026).

Dia menambahkan, pemerintah telah menetapkan target penambahan kapasitas pembangkit listrik dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dengan porsi dominan berasal dari energi baru terbarukan (EBT).

“Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik [RUPTL] 2025–2034, ditetapkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 70 GW, dengan target 40 GW berasal dari energi baru terbarukan atau sebesar 62 persen dari total tambahan kapasitas. Untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, ditargetkan pembangunan dua unit dengan total kapasitas 500 MW,” jelasnya.

Rangkaian pertemuan SKB ke-14 RI–Rusia menghasilkan agreed minutes yang memuat sejumlah tindak lanjut kerja sama sektor energi dan sumber daya mineral antara kedua negara.

Pembahasan mencakup peluang kerja sama minyak dan gas bumi, LNG dan LPG, pengembangan energi baru terbarukan, pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai, hilirisasi dan metalurgi mineral, hingga standardisasi industri migas dan energi.

Forum SKB RI–Rusia merupakan mekanisme kerja sama bilateral resmi antara pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia untuk membahas serta mengevaluasi perkembangan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Keterlibatan Kementerian ESDM dalam forum tersebut disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi energi Indonesia guna mendukung ketahanan energi nasional, pengembangan hilirisasi industri, serta penguatan kerja sama teknologi dan investasi di sektor energi dan sumber daya mineral.

Baca Juga

  • RI dan Rusia Perkuat Kerja Sama Dagang hingga Energi Lewat SKB ke-14
  • Integrasi Produksi dan Logistik Dinilai Krusial bagi Ketahanan Industri
  • Prabowo Bertemu Bos Rosatom, Bahas Kerja Sama Nuklir RI-Rusia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bentuk Mitigasi Risiko, Dana Perlindungan Pengguna Aset Kripto Dinilai Penting
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DJP Sumsel Babel Blokir 147 Rekening Penunggak Pajak Senilai Rp747 Miliar
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Melihat Peluang Bernardo Tavares Wujudkan Trio Bomber Persebaya Surabaya: Mariano Peralta, David da Silva dan Ramadhan Sananta
• 3 jam laluharianfajar
thumb
DPRD DKI: Sekolah swasta gratis jadi kunci cegah putus sekolah
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Ricuh, Terdakwa Ngaku Disiksa, Eks Pengacara: Bohong!
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.