Kepolisian Daerah Bali melatih respons dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat melalui simulasi pengamanan markas komando (mako) yang digelar di lingkungan Mapolda Bali. Polda Bali ingin personel bersikap cepat, tepat, dan profesional saat terjadi kondisi darurat.
Dilansir Antara, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy menyebut latihan itu digelar pada Senin (12/5). Fungsi satuan personel penjagaan, patroli, hingga tim respons cepat dilibatkan dalam latihan tersebut.
"Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika menghadapi situasi darurat sehingga tindakan yang dilakukan dapat berjalan cepat, tepat, dan profesional," ucap Ariasandy.
Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kapolda Bali Daniel Adityajaya bersama Wakapolda Bali I Made Astawa serta pejabat utama Polda Bali.
Ariasandy menjelaskan kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Personel dilatih menghadapi skenario adanya gangguan keamanan yang mengancam area markas komando. Personel juga dilatih untuk merespons situasi secara cepat, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Selain pengamanan area, simulasi juga mencakup pengendalian akses masuk, proses evakuasi personel, hingga penanganan terhadap pihak yang dianggap mengancam keamanan mako.
Selain itu, latihan tersebut juga bertujuan mengevaluasi sistem pengamanan internal, termasuk efektivitas koordinasi antarunit dan pola pengamanan markas komando.
(aik/dhn)





