Mamuju, tvOnenews.com - Sejak beberapa hari terakhir ini cuaca buruk menerjang Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Akibat cuaca buruk tersebut dua mobil ambulans di wilayah kecamatan terjebak longsor dan banjir.
"Pihak kecamatan sudah berupaya mencarikan solusi untuk mengantisipasi dua kendaraan ambulans yang terjebak longsor dan banjir di wilayah Kecamatan Kalumpang agar tidak lagi terjebak longsor dan banjir saat mengevakuasi pasien rujukan dari desa ke puskesmas yang ada di kecamatan," ungkap Camat Kalumpang Bram Thosuly yang dihubungi wartawan pada Sabtu (16/5/2026).
Bram, menambahkan, agar material longsor yang mengakibatkan mobil ambulans terjebak sudah diminta dibersihkan pihak kecamatan kepada Dinas PUPR Mamuju. Kendaraan tersebut kini sudah diperjalanan menuju tkp.
"Sayangnya mobil tronton pengangkut alat berat yang akan digunakan membersihkan material longsor kini mengalami kerusakan di perjalanan. Seharusnya alat berat tersebut sudah tiba di TKP, namun karena ada hambatan makanya sampai saat ini belum bisa membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan yang dilalui ambulans," jelas Bram.
Lebih jauh Bram, menjelaskan, untuk membantu pembersihan material longsor yang menutupi Jalan Poros yang menghubungkan Desa Karama, Polio, Sandapang dan Desa Batu Makkada, Kadis PUPR Mamuju, Taslim, saat ini berada di Kecamatan Kalumpang, menunggu kedatangan alat berat yang akan digunakan untuk membersihkan material longsor.
"Kadis PUPR Mamuju sudah 3 hari di Kalumpang hanya satu tujuannya agar akses jalan yang ditutupi material longsor tersebut dapat dibuka. Pihak pekerja agar lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya untuk membersihkan material longsor agar warga yang terisolir akibat longsor dapat dibuka secepatnya," ujarnya.
Akibat cuaca buruk yang melanda Kecamatan Kalumpang sejak beberapa hari terakhir ini, 4 desa hingga saat ini masih terisolir akibat material longsor belum bisa dibuka akibat alat berat masih belum bisa tiba di TKP longsor.
"Saya sebagai camat meminta agar warga 4 desa yang terisolir agar bersabar pihak kecamatan kini sudah berupaya untuk mendatangkan alat berat untuk membersihkan material longsor. Kalau ada pasien yang mau dirujuk sebaiknya dievaluasi dengan cara awalnya ambulance yang berada di desa selanjutnya dijemput di lokasi longsor oleh ambulans lain," tuturnya. (gki/muu)




