JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok ke level Rp 17.663 namun pemerintah menyatakan Indonesia kuat.
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa rakyat di desa tidak memakai dolar.
Menurutnya, selama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tersenyum, maka masyarakat tidak perlu khawatir.
"Purbaya sekarang populer banget Purbaya itu. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, enggak usah kau khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar dibilang kan. Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri hayo siapa ini?" ujar Prabowo di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
"Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa ya, mau apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat," sambungnya.
Baca juga: Anggota DPR: Perajin Tahu dan Tempe Mulai Kelabakan Seiring Dinamika Rupiah
Purbaya sebut RI tak akan seburuk '98Purbaya mengatakan, masyarakat tidak perlu panik mengenai kondisi nilai tukar rupiah yang sedang babak belur saat ini.
Purbaya menegaskan, pondasi ekonomi Indonesia bagus. Dia percaya diri pemerintah dapat memperbaiki kondisi saat ini.
"Enggak (perlu panik). Karena pondasi ekonomi kita bagus, kita tahu betul kelemahan kita di mana, dan bisa kita betulin," ujar Purbaya di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Purbaya menekankan, kondisi Indonesia saat ini tidak sejelek situasi di tahun 1998 silam.
"Kita enggak akan sejelek kayak tahun '98 lagi, enggak akan jelek malah. Dengan pondasi ekonomi yang kuat enggak terlalu sulit sebetulnya," tegasnya.
Baca juga: Orang Desa Tidak Pakai Dolar dan Retorika Populis Prabowo
Sementara itu, Purbaya meyakini Bank Indonesia (BI) dapat mengatasi rupiah yang anjlok. Dia pun mengaku akan membantu BI.
"Ya itu anda tanya Bank Sentral saja, mereka yang berwenang. Tapi saya yakin mereka bisa kendalikan. Kita akan bantu sedikit-sedikit nanti," imbuh Purbaya.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar ASNilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencetak rekor paling lemah terbaru. Per Jumat (15/5/2026) kurs dolar menyentuh Rp 17.600.
Saat kurs dolar menyentuh Rp 17.424 per 5 Mei 2026, Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah.
Langkah-langkah ini mencakup intervensi langsung di pasar valuta asing (baik dalam negeri maupun luar negeri), menarik kembali aliran modal asing melalui instrumen keuangan seperti Sekuritas Rupiah BI, serta membeli surat utang negara (SBN) untuk menjaga stabilitas pasar.





