Ekonom yakin investasi pertanian-manufaktur pacu serapan tenaga kerja

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai investasi pada sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan/manufaktur perlu menjadi prioritas guna meningkatkan serapan tenaga kerja di tengah pencapaian target investasi nasional.

Bhima dihubungi di Jakarta, Senin, menyampaikan, pihaknya mendorong pemerintah untuk tidak hanya mengejar besaran nominal investasi, tetapi juga memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan lapangan kerja secara optimal.

Ia mendorong idealnya setiap Rp1 triliun investasi mampu menyerap sekitar 4.500 tenaga kerja secara langsung. Oleh karena itu, investasi padat karya dinilai harus menjadi fokus pemerintah.

“Idealnya bisa mencapai 1:4.500 atau setiap Rp1 triliun investasi langsung mampu menyerap 4.500 orang tenaga kerja. Investasi padat karya di sektor pertanian, perikanan dan industri pengolahan yang harus jadi prioritas,” katanya.

Selain itu, Bhima menekankan pentingnya pemulihan dan penguatan kepercayaan investor melalui perbaikan tata kelola ekonomi dan kepastian hukum.

Baca juga: Celios soroti perlindungan UMKM di lokapasar imbas bea logistik naik

Baca juga: Ekonom nilai bunga KUR 6 persen masih relevan bantu UMKM

Menurut dia, aspek kepercayaan menjadi faktor penting untuk menjaga minat investasi, terutama di tengah sorotan pelaku usaha global terhadap kepastian regulasi.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan investasi menjadi salah satu faktor kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen di tengah ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik.

“Investasi memainkan peran yang sangat signifikan, berkontribusi sekitar 1,79 persen dari pertumbuhan ekonomi 5,61 persen,” kata Rosan dalam acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat (8/5).

Rosan mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dengan kontribusi investasi mencapai sekitar 31-32 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran 27-28 persen.

Ia menjelaskan konsumsi domestik masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia, sedangkan investasi menjadi kontributor terbesar kedua.

Menurut Rosan, target investasi nasional pada 2026 ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju delapan persen dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Adapun pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang sekaligus menyerap 706.569 tenaga kerja.

Baca juga: Celios: Windfall tax bisa tambah penerimaan negara Rp66,03 triliun

Baca juga: Ekonom nilai skema "fixed cost" bisa dikaji menyusul Perpres 27/2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Johann Zarco Selamat dari Cedera Parah di GP Catalunya, Bezzecchi Kokoh di Puncak Klasemen MotoGP
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wall Street Anjlok, Pasar Kecewa Hasil Pertemuan Trump dan Xi Jinping
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Aksi Hengkang Brand Lokal dari Shopee-TikTok Shop Makin Ramai, Asosiasi Buka Suara
• 57 menit lalubisnis.com
thumb
37 Orang Tewas Terdampak Perang Suku di Wamena, Mayoritas Hanyut Saat Jembatan Putus
• 20 jam lalukompas.id
thumb
PMJ Naik Status Polda Tipe A Plus, Poengky Indarti: Memang Pantas dengan Wilayah Kamtibmas yang Rumit
• 20 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.