DEN Ungkap Minyak Impor dari Rusia Tiba di RI dalam 2-3 Pekan Lagi

bisnis.com
21 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Upaya pemerintah dalam mewujudkan diversifikasi sumber impor minyak mentah (crude oil) dari luar kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz segera terealisasi dalam waktu dekat. Kabarnya, ratusan juta ton minyak mentah dari Rusia akan secara bertahap tiba di RI usai kesepakatan antarkedua negara tercapai.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) RI Satya Widya Yudha menjelaskan bahwa transaksi pembelian minyak mentah yang disepakati antara Indonesia-Rusia tersebut dapat tercapai karena hubungan bilateral antarkedua negara yang terjalin baik sejauh ini, di mana Indonesia dan Rusia tergabung dalam keanggotaan sejumlah organisasi kerjasama internasional, salah satunya BRICS. 

Selain itu, Satya juga mengeklaim transaksi pembelian tersebut dapat tercapai usai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow beberapa waktu lalu, di mana kontrak impor minyak mentah yang telah disepakati oleh kedua belah pihak sebanyak 150 juta barel.

"Yang jelas bahwa hubungan kita dengan Rusia kan sudah normal, dalam arti kata kita masuk dalam BRICS. Terus yang kedua, kemarin kunjungan Pak Presiden [Prabowo] ke Presiden [Vladimir] Putin, dan Pak Bahlil [Lahadalia] selaku Menteri ESDM mengatakan bahwa transaksi pembelian sudah berjalan," ungkap Satya kepada Bisnis pada sela-sela Sarasehan Energi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Senin (18/5/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa komoditas minyak mentah yang didatangkan dari Negeri Beruang Merah tersebut direncanakan akan tiba di Tanah Air dalam waktu 2-3 pekan mendatang.

"[Minyak mentah] yang dari Rusia katanya dalam waktu dekat ya, 2 sampai 3 minggu ke depan, sudah sampai di Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga

  • Bahlil Sebut Impor Minyak dari Rusia Segera Masuk RI
  • Tok! Bahlil Sebut Impor Minyak Mentah dari Rusia Dieksekusi Bulan Ini
  • Bahlil Sebut Rencana Impor Minyak Rusia Hampir Final, LPG Masih Negosiasi

Satya menegaskan langkah strategis pemerintah untuk mendatangkan minyak impor dari luar negeri adalah satu dari sekian upaya dalam menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya risiko geopolitik global, khususnya di kawasan rawan Timur Tengah.

Apalagi, produksi minyak dalam negeri saat ini hanya mencapai 605.000 barel per hari (bph), sementara konsumsi masyarakat secara nasional telah menyentuh nominal 1,6 juta barel per hari.

"Itu menjadi salah satu cara kita untuk menekan agar kita tidak mengalami shorted dalam pada supply ya karena salah satu yang kita jaga itu kalau kita berbicara ketahanan energi itu harus security of supply 'kan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pasokan minyak mentah dari Rusia segera masuk ke Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. 

Impor tersebut merupakan bagian dari komitmen pembelian minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia yang dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026. 

Bahlil mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan domestik.

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada dan untuk [minyak mentah] Rusia sebentar lagi masuk ya,” ujar Bahlil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penembakan di Kompleks Masjid San Diego AS, 3 Warga Tewas
• 9 jam laludetik.com
thumb
MPR Setujui Penolakan Final Ulang LCC Empat Pilar Kalbar, Format Juri Juga Dirombak
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Dikepung Militer Israel di Mediterania, 1 Delegasi WNI Dilaporkan Diintersep
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PSI Berharap Jokowi Menjelaskan Posisi Politiknya Saat Blusukan
• 5 menit lalujpnn.com
thumb
Berkat MBG, pencarian kerja Gen Z asal Makassar membuahkan hasil
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.