Asosiasi Kristen Nigeria mengatakan sebanyak 3 sekolah diserang oleh pelaku yang diduga dari geng kriminal. Sebanyak 46 anak dan orang dewasa diculik.
Dilansir AFP, Selasa (19/6/2026), Nigeria sedang berjuang melawan momok geng kriminal yang dikenal sebagai bandit yang menculik untuk tebusan. Mereka menargetkan daerah pedesaan yang kurang dijaga polisi.
Namun sebagian besar serangan, termasuk penculikan di sekolah, terjadi di utara dan tengah negara itu, di mana konflik dengan geng-geng tersebut paling menonjol.
Ketua Asosiasi Kristen di negara bagian Oyo, Elisha Olukayode Ogundiya, mengatakan bahwa "46 orang, sebagian besar anak-anak" berusia dua hingga 16 tahun diculik dalam serangan di negara bagian barat daya pada, Jumat lalu.
Polisi menyebut peristiwa itu sebagai "serangan terkoordinasi". Para penembak secara bersamaan menyerbu Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Baptis di Yawota, dan dua sekolah lain di Esiele, menyandera murid dan guru.
Presiden Bola Tinubu mengutuk serangan itu sebagai "barbarik". Dia berjanji bahwa pemerintah federal bekerja sama dengan negara bagian Oyo untuk "menyelamatkan semua korban".
"Kami mengharapkan terobosan segera," katanya dalam pernyataan yang dirilis oleh kantornya tetapi tidak menyebutkan penculikan serupa yang terjadi pekan lalu di negara bagian Borno timur laut.
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di negara bagian Oyo. Akan tetapi gubernur Seyi Makinde mengatakan bahwa tujuh guru ditangkap dan satu tewas oleh "teroris", yang diduga melarikan diri dari operasi militer yang intensif di barat laut negara itu.
"Dengan tekanan pada teroris dan bandit di barat laut, mereka akan terus bergerak ke selatan," kata gubernur.
Penculikan di sekolah jarang terjadi di Oyo, salah satu negara bagian terpadat di Nigeria dan yang ibu kotanya, Ibadan, merupakan pusat pendidikan utama.
Penculikan terbaru ini menambah jumlah orang yang hilang dari sekolah di seluruh negeri menjadi hampir 90 orang setelah serangan pekan lalu.
Penculikan untuk tebusan hampir menjadi kejadian sehari-hari di negara Afrika Barat ini.
Setidaknya 42 anak diculik dari sebuah sekolah di negara bagian Borno yang dilanda kekerasan pekan lalu. Data itu diungkap seorang anggota parlemen setempat.
Setidaknya 10 anak yang diculik dari desa Mussa berusia antara dua dan tiga tahun, menurut daftar yang dibagikan oleh salah satu anggota komunitas.
Sebagian besar wilayah pedesaan tetap berada di luar, atau hampir tidak berada di bawah, kendali pemerintah.
Hampir 300 siswa dan guru diculik dari sebuah sekolah berasrama Katolik di negara bagian Kaduna utara akhir tahun lalu.
(lir/lir)





