Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan keluarnya sejumlah saham Indonesia kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari indeks global MSCI dan FTSE Russell merupakan konsekuensi jangka pendek dari reformasi pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kondisi tersebut telah diperkirakan dan diantisipasi oleh pelaku pasar sejak jauh hari.
"Saya kira itu juga sudah disampaikan jauh-jauh hari warning-nya, itu sesuatu yang sudah diantisipasi oleh pasar," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin.
MSCI dan FTSE Punya Metodologi SendiriJeffrey menjelaskan MSCI dan FTSE Russell memiliki metodologi tersendiri dalam menentukan saham yang masuk maupun keluar dari indeks global mereka.
Ia mengatakan salah satu pertimbangan yang digunakan adalah terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau kategori HSC.
Menurut Jeffrey, keluarnya saham kategori HSC dari indeks global merupakan dampak jangka pendek yang harus diterima demi perbaikan pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.
"Sekali lagi itu adalah konsekuensi jangka pendek yang harus diterima, tetapi ini adalah upaya kita untuk memperbaiki pasar kita untuk jangka panjang," ujar Jeffrey.
Ia berharap kejelasan sikap MSCI dan FTSE Russell terhadap reformasi pasar modal Indonesia dapat mengurangi ketidakpastian yang selama beberapa pekan terakhir menjadi perhatian pelaku pasar.
"Artinya, mengurangi satu sumber ketidakpastian di pasar yang berminggu-minggu ini ditunggu oleh para pelaku pasar, bagaimana respons MSCI dan FTSE terhadap upaya reformasi yang dilakukan bersama oleh OJK dan SRO, dan itu sudah terjawab semuanya," ujar Jeffrey.
Sejumlah Saham Indonesia TerdampakSebelumnya, MSCI telah mengeluarkan sejumlah saham Indonesia kategori HSC dari indeks global mereka.
Saham yang dikeluarkan MSCI antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
FTSE Russell juga berencana mengeluarkan saham-saham Indonesia kategori HSC dari indeks global mereka melalui pengumuman berjudul Indonesia-Index Treatment for the June 2026 Index Review.
Sebelumnya, pada 2 April 2026 dan 8 Mei 2026, BEI telah mengumumkan sepuluh saham kategori HSC.
Sepuluh saham tersebut meliputi PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), serta PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY).




