JAKARTA, DISWAY.ID - Ini dia sembilan identitas WNI yang mengikuti misi internasional Global Sumud Flotila ke Gaza, dan lima lainnya masih diculik oleh tentara Israel.
Sebagai informasi, Angkatan Laut Israel (IOF) mengintersep 30 kapal Global Sumud Flotilla dalam misi kemanusiaan ke Gaza.
Di mana, terdapat sejumlah WNI yang mengikuti misi kemanusiaan tersebut.
Aksi pencegatan itu terjadi di Perairan Siprus pada Senin, 18 Mei 2026.
Ketika intersep dilakukan, beberapa rombongan Global Sumud Flotilla sempat mengirimkan sinyal SOS dari masing-masing kapal.
BACA JUGA:Menkomdigi Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Selain itu, Global Sumud Flotilla juga merilis video cctv saat kapal perang Israel meminta mereka menghentikan laju kapal dan selanjutnya digiring ke dalam kapal.
Pemerintah RI Kecam Tindakan IsraelPemerintah Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa hingga saat ini sedikitnya sepuluh kapal telah dikonfirmasi ditangkap termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI - Rumah Zakat.
BACA JUGA:Cegat Kapal Global Sumud Flotilla, Pemerintah RI Kecam Tindakan Israel: Perlindungan WNI Jadi Prioritas
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujar Yvonne.
Sementara itu, kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono alias Abeng hingga saat ini masih terus diupayakan untuk dihubungi guna mengetahui status kapal, termasuk kondisi Bambang Noroyono di kapal tersebut.
“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” lanjutnya.
Yvonne juga menegaskan bahwa pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat.
9 Identitas WNI Ikut Misi Global Sumud Flotila- 1
- 2
- »





