Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) memperkuat kajian strategis guna mengantisipasi ancaman terorisme dan mendukung pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Fase Kedua periode 2026-2029.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan hasil penelitian dan kajian akademik menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan penanggulangan terorisme yang tepat sasaran.
“Ancaman terorisme dan radikalisme terus berkembang, termasuk di ruang digital, sehingga diperlukan kolaborasi strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional,” ungkap Eddy dalam Rapat Tindak Lanjut Perjanjian Kerja Sama BNPT dan STIK-PTIK di Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Mei 2026.
Menurut Eddy, kolaborasi dengan PTIK merupakan amanat undang-undang terkait kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi dinamika ancaman terorisme.
Kajian Mendalam untuk Dukung RAN PESalah satu implementasi kerja sama BNPT dan STIK-PTIK dilakukan melalui penyusunan kajian mendalam mengenai dinamika terorisme dan pelaksanaan RAN PE.
Kajian tersebut juga menjadi bagian dari implementasi kegiatan prioritas sinergi pertahanan dan keamanan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Eddy menegaskan sinergi kedua institusi tidak hanya berfokus pada penguatan kajian strategis, tetapi juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi ancaman radikalisme.
“Kajian akademik sangat penting terutama dalam menghadapi penyebaran paham radikal di era digital,” ujarnya.
PTIK Tegaskan Komitmen Dukung Penanggulangan TerorismeKetua Pusat Studi Terorisme STIK Lemdiklat Polri Mohammed Rycko Amelza Dahniel menyatakan civitas academica STIK-PTIK berkomitmen penuh mendukung agenda penanggulangan terorisme nasional.
“PTIK siap menyukseskan pelaksanaan RAN PE Fase Kedua bersama BNPT,” kata Rycko.
Ruang lingkup kerja sama kedua institusi meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Selain itu, kedua institusi juga bekerja sama dalam pemanfaatan sarana dan prasarana serta pertukaran data dan informasi.
Kolaborasi BNPT dan STIK-PTIK diharapkan mampu memperkuat ekosistem pencegahan berbasis ilmu pengetahuan dan meningkatkan kualitas kebijakan penanggulangan terorisme di Indonesia.
Kerja sama tersebut juga diharapkan memperluas keterlibatan akademisi dan masyarakat dalam menjaga Indonesia tetap aman dan damai.




