Menkeu Purbaya Yakin Penguatan Dolar Tidak Akan Berlangsung Lama

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah tidak akan lama berada di level lemah, walaupun saat ini pasar keuangan global masih diliputi sentimen negatif dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (19/5/2026), Purbaya mengatakan pemerintah telah melakukan langkah intervensi di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik dan mengembalikan kepercayaan investor.

“Kalau sekarang pegang dolar, ya silakan saja. Tapi menurut saya, penguatan dolar tidak akan berlangsung lama,” kata dia.

“Kalau pemerintah sudah intervensi menjaga stabilitas pasar obligasi, biasanya kami serius. Kami memonitor pasar dari pagi sampai sore,” ujarnya. 

Baca Juga: Purbaya Laporkan Defisit APBN April 2026 Turun Jadi 0,64 Persen, Pajak Naik 16,1 Persen

Purbaya mengungkapkan pemerintah sudah mulai masuk ke pasar obligasi sejak pekan lalu. Pada hari konferensi pers berlangsung, pemerintah disebut masuk ke pasar obligasi dengan sekitar Rp1,3 triliun.

Langkah tersebut dinilai mulai berdampak positif terhadap pergerakan pasar surat berharga negara (SBN).

“Akibatnya yield obligasi turun dan investor asing mulai masuk lagi,” ucapnya.

Ia menyebut aliran dana asing di pasar sekunder tercatat sekitar Rp500 miliar, sementara di pasar primer mencapai Rp1,68 triliun.

Menurut Purbaya, stabilitas pasar obligasi menjadi salah satu kunci untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap aset keuangan domestik dan menopang penguatan rupiah.

Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pelemahan rupiah
  • nilai tukar rupiah
  • dolar amerika serikat
  • menteri keuangan
  • purbaya yudhi sadewa
  • penguatan dolar
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPT dan STIK-PTIK Perkuat Kajian Strategis untuk Antisipasi Ancaman Terorisme Digital
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Membakar Kembali Api Trisakti di Tengah Badai Krisis, Refleksi Kebangkitan Nasional
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jenderal Tertinggi NATO Senang AS Tarik Ribuan Pasukannya dari Jerman, Tak Merugikan Aliansi
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Utamakan Kesejahteraan Hewan Kurban
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Anggota Komisi XI: Pidato Prabowo soal KEM-PPKF Bisa Beri Kepastian Pasar
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.