Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5,8 persen hingga 6,5 persen di 2027. Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna bersama anggota DPR RI untuk membahas mengenai kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) 2027.
Target tersebut juga dipatok dalam rangka mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN 2027," ujar Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5).
Prabowo mengungkapkan pembahasan KEM PPKF telah disusun dengan mempertimbangkan berbagai dinamika global dan melihat potensi pemulihan ekonomi nasional di tahun depan.
Sementara untuk inflasi diperkirakan dapat mencapai 1,5 persen hingga 3,5 persen tahun depan. Lalu, nilai tukar rupiah menjadi Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS. Kemudian tingkat suku bunga SBN 10 Tahun berada di kisaran 6,5 persen sampai dengan 7,3 persen.
Sementara harga minyak mentah Indonesia senilai USD 70 hingga USD 95 per barel, lifting minyak bumi 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, dan lifting gas 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.
"Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran hingga 5,8 hingga 6,5 persen di 2027, menuju pertumbuhan 8 persen pada 2029," ujar Prabowo.





