Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) melepas keberangkatan kloter terakhir jemaah haji Embarkasi Surabaya yang sekaligus menandai berakhirnya periode pemberangkatan haji, Kamis (21/5/2026).
Dengan ini, sebanyak 116 kloter dengan total Perkiraan 44 ribu lebih jemaah serta petugas diberangkatkan Embarkasi Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda.
Khofifah menyebut jumlah jemaah Jatim menjadi yang terbanyak di Indonesia. Menurutnya, tingginya kuota tersebut berkaitan dengan panjangnya daftar tunggu jemaah haji di Provinsi Jatim.
“Ini jemaah yang kita berangkatkan dari embarkasi Juanda ini terbanyak di antara semua provinsi di Indonesia. Karena memang berdasarkan undang-undang haji, prioritas adalah yang waiting listnya paling panjang dan itu adalah Jawa Timur,” kata Khofifah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Suasana keberangkatan jemaah di dalam Gedung Muzdalifa Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (21/5/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.netKhofifah menyebut tingginya angka daftar tunggu di Jatim membuat Embarkasi Surabaya mendapat tambahan kuta sebanyak 8.000 dari Kementerian Haji dan Umrah, untuk memangkas masa tunggu.
“Oleh karena itu kami bersyukur dan terima kasih ini sama Pak Menteri Haji, akhirnya dari hitung-hitungan kita mendapat tambahan 8.000. Karena memang waiting list-nya paling panjang,” ujarnya.
Selama fase operasional haji, Gubernur Jatim itu mengatakan terdapat satu penerbangan yang harus dilakukan pergantian pesawat. Namun hal tersebut sudah ditangani dan tidak mengganggu proses pemberangkatan secara umum.
“Insyaallah semua berjalan sangat lancar. Tapi memang ada satu penerbangan yang harus dilakukan penggantian pesawat dan itu alhamdulillah tidak ada masalah di dalam proses pergantian pesawatnya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan pesan kepada seluruh jemaah supaya mendoakan Indonesia dan Jatim tetap aman serta damai selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Mohon doa semua mudah-mudahan mereka melaksanakan ibadah hajinya semuanya sehat, lancar dan tentu mabrur. Maka tadi saya juga pesan doakan Indonesia aman dan damai. Jawa Timur aman dan damai,” ucapnya.
Sementara itu, As’adul Anam Ketua PPIH Embarkasi Surabaya menjelaskan penyebab penggantian pesawat adalah terkait dengan jemaah haji yang tertunda berangkat karena sakit.
“Yang kemarin sakit-sakit itu diajukan semua. Jadi yang sakit kecuali yang stroke tadi yang tidak bisa berangkat,” kata Anam.(wld/bil/ham)




