Polda Jateng: Perputaran Uang Investasi Bodong Koperasi BLN Capai Rp 4,6 T

detik.com
21 jam lalu
Cover Berita
Semarang -

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Tengah (Jateng) membongkar kasus investasi bodong koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN). Perputaran uang dari koperasi tersebut mencapai Rp 4,6 triliun.

"Dalam kegiatan ilegal ini telah terjadi sebanyak 160 ribu kali transaksi yang berlangsung dari tahun 2018 sampai dengan 2025, dengan total perputaran uang sebanyak Rp 4,6 triliun," kata Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Djoko Julianto saat jumpa pers di Mako Dit Reskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Kota Semarang dilansir dari detikjateng, Kamis (21/5/2025).

Djoko menyebut selama tujuh tahun beroperasi melakukan penghimpunan dana masyarakat, Koperasi BLN tidak mengantongi izin usaha simpan pinjam maupun penghimpunan dana dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dalam menjalankan kegiatan berupa penghimpunan dana dari masyarakat dengan bentuk simpanan, koperasi Bahana Lintas Nusantara tidak memiliki izin usaha simpan pinjam berdasarkan data NIB 1303230035928 dan juga tidak memiliki izin usaha penghimpunan dana dari Otoritas Jasa Keuangan," ujar Djoko.

Baca juga: Perputaran Uang Koperasi Bodong BLN Capai Rp 4,6 Triliun

Adapun di wilayah Jateng, koperasi bodong BLN diketahui memiliki 17 cabang. Djoko menjelaskan ada tiga cabang terbesar dengan belasan ribuan korban yang ditangani pihaknya.

"Untuk wilayah Jawa Tengah terdapat 17 cabang koperasi Bahana Lintas Nusantara. Cabang Salatiga, masyarakat yang menyimpan dana sebanyak 11.999 orang, Cabang Boyolali masyarakat yang menyimpan dana sebanyak 1.200 orang, dan Cabang Solo Raya masyarakat yang menyimpan dana sebanyak 2.435 orang," papar Djoko.

Simak selengkapnya di sini




(isa/rfs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekening Tersangka Investasi Bodong Koperasi BLN Dibekukan, Asetnya Dilacak
• 10 jam laludetik.com
thumb
Dinda Kirana Bicara Keinginan Punya Bisnis, Tapi Akui Belum Miliki Pengalaman dan Waktu yang Tepat
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Massa Demo di Kantor Gubernur Kaltim, Pengamat: Tagih Janji DPRD Gunakan Hak Angket
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri PU Terpukul Kasus Pemalsuan Tanda Tangan oleh Anak Buahnya: Itu Fakta!
• 16 menit laludisway.id
thumb
Menda Klaim Harga MinyaKita Turun, Tapi di Papua Masih Mahal
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.