Sorot Ancaman Serius Ekonomi Nasional, Koalisi Masyarakat Sipil Ungkap Alasannya

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan turut menyorot perekonomian Tanah Air yang sedang dalam kondisi terancam.

Perwakilan Koalisi Sipil, Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra mengatakan jika kondisi perekonomian nasional tak lepas dari kemunduran demokrasi.

Hal itu dinilainya dengan kondisi kembalinya militerisme dalam ranah sipil melalui revisi UU TNI, Rancangan Peraturan Presiden tentang Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme, hingga Rancangan Peraturan Presiden tentang Tugas TNI. 

Menurutnya semua aturan itu dapat menjadi instrumen politik yang menghidupkan kembali praktik dwifungsi militer. 

Ia menilai saat ini militer semakin keluar dari fungsi pertahanan dan masuk lebih dalam ke ruang sosial, politik, hingga kehidupan sipil warga negara.

Di sisi lain, Ardi mengatakan menguatnya militerisme juga membawa ancaman serius terhadap kondisi ekonomi nasional. 

Ia menegaskan tidak ada negara yang didominasi militer dapat tumbuh sehat secara ekonomi. 

"Investor tidak akan memiliki kepercayaan terhadap negara yang ruang demokrasinya menyempit dan penegakan hukumnya sewenang-wenang," jelas Ardi, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

"Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar hari ini, ketidakstabilan ekonomi, serta menurunnya kepercayaan pasar tidak dapat dilepaskan dari arah politik Indonesia yang semakin represif dan otoriter," sambungnya.

Oleh karenanya, Koalisi Sipil menilai reformasi di sektor pertahanan dan keamanan ini harus kembali ditempatkan sebagai agenda mendesak yang tidak bisa ditawar lagi. 

Ia menegaskan TNI harus kembali pada fungsi utamanya sebagai alat pertahanan negara dan tidak masuk ke ranah sipil.

"Demokrasi yang sehat hanya dapat berdiri apabila militer tunduk pada kontrol sipil yang demokratis, supremasi hukum ditegakkan, serta seluruh cabang kekuasaan negara berjalan secara independen untuk saling mengawasi," pungkasnya.(raa)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Realisasikan Perintah Prabowo Perbaiki Ribuan Puskesmas yang Rusak, Kemenkes Mulai Hitung Anggaran
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Pemukul Pengemudi Mobil gegara Klakson di Cibubur Terancam 2,5 Tahun Bui
• 12 jam laludetik.com
thumb
Berkas Rampung, Kasus Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Siap Disidangkan
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
PBNU Kecam Pimpinan Ponpes di Ponorogo Cabuli 11 Santri
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Cegat 2 Mobil di Kutai Timur, BNN Temukan 3 Koper dan 2 Bungkusan Berisi Narkotika 
• 6 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.