Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (22/5), di tengah optimisme pasar soal pembicaraan damai Amerika Serikat (AS)-Iran.
IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (22/5), di tengah optimisme pasar bahwa pembicaraan damai Amerika Serikat (AS)-Iran berpotensi menghasilkan terobosan, meski sejumlah perbedaan kunci masih belum terselesaikan.
Sentimen positif tersebut mendorong indeks kawasan bergerak di zona hijau. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang MSCI Asia Pacific ex Japan Index naik 0,3 persen dan bersiap mencatat kenaikan mingguan tipis.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 2,29 persen, menjadi salah satu penguat terbesar di kawasan. Sementara itu, di China, Shanghai Composite naik 0,18 persen, dan di Hong Kong, Hang Seng Index bertambah 0,73 persen.
Bursa Korea Selatan juga mencatat kenaikan, dengan KOSPI naik 0,44 persen. Di Australia, S&P/ASX 200 menguat 0,50 persen, sementara indeks Singapura Straits Times Index naik 0,22 persen.
Di sisi lain, pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, terutama risiko penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.
Kekhawatiran ini membuat harga minyak tetap volatil dan menjaga tekanan inflasi global tetap tinggi.
Harga minyak sempat berbalik naik di perdagangan awal, setelah sebelumnya tertekan oleh sinyal yang saling bertentangan terkait negosiasi.
Brent crude tercatat naik sekitar 2 persen ke USD104,71 per barel, namun masih berada di jalur penurunan mingguan sekitar 6 persen.
Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,66 persen ke USD98,01 per barel.
Di pasar derivatif, kontrak berjangka saham AS dan Eropa juga ikut menguat, seiring meningkatnya harapan bahwa ketegangan geopolitik dapat mereda, meski pelaku pasar tetap berhati-hati.
Analis menilai, selama konflik belum sepenuhnya mereda, harga minyak berpotensi tetap menjadi faktor utama yang menggerakkan ekspektasi inflasi dan kebijakan suku bunga global.
Hal ini pada gilirannya membuat pasar keuangan masih sensitif terhadap setiap perkembangan dari perundingan AS-Iran. (Aldo Fernando)





