Bursa Asia Menguat di Tengah Harapan Pembicaraan AS-Iran

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (22/5), di tengah optimisme pasar soal pembicaraan damai Amerika Serikat (AS)-Iran.

Bursa Asia Menguat di Tengah Harapan Pembicaraan AS-Iran. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (22/5), di tengah optimisme pasar bahwa pembicaraan damai Amerika Serikat (AS)-Iran berpotensi menghasilkan terobosan, meski sejumlah perbedaan kunci masih belum terselesaikan.

Sentimen positif tersebut mendorong indeks kawasan bergerak di zona hijau. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang MSCI Asia Pacific ex Japan Index naik 0,3 persen dan bersiap mencatat kenaikan mingguan tipis.

Baca Juga:
Kevin Warsh Akan Dilantik Sebagai Ketua The Fed Hari Ini

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 2,29 persen, menjadi salah satu penguat terbesar di kawasan. Sementara itu, di China, Shanghai Composite naik 0,18 persen, dan di Hong Kong, Hang Seng Index bertambah 0,73 persen.

Bursa Korea Selatan juga mencatat kenaikan, dengan KOSPI naik 0,44 persen. Di Australia, S&P/ASX 200 menguat 0,50 persen, sementara indeks Singapura Straits Times Index naik 0,22 persen.

Baca Juga:
MNC Sekuritas Dorong Pertumbuhan Pasar Modal Syariah melalui Sharia Investment Week 2026

Di sisi lain, pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, terutama risiko penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.

Kekhawatiran ini membuat harga minyak tetap volatil dan menjaga tekanan inflasi global tetap tinggi.

Baca Juga:
Indika Energy (INDY) Tetapkan Dividen 50 Persen dari Laba, Siap Dibayarkan Pertengahan Juni

Harga minyak sempat berbalik naik di perdagangan awal, setelah sebelumnya tertekan oleh sinyal yang saling bertentangan terkait negosiasi.

Brent crude tercatat naik sekitar 2 persen ke USD104,71 per barel, namun masih berada di jalur penurunan mingguan sekitar 6 persen.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,66 persen ke USD98,01 per barel.

Di pasar derivatif, kontrak berjangka saham AS dan Eropa juga ikut menguat, seiring meningkatnya harapan bahwa ketegangan geopolitik dapat mereda, meski pelaku pasar tetap berhati-hati.

Analis menilai, selama konflik belum sepenuhnya mereda, harga minyak berpotensi tetap menjadi faktor utama yang menggerakkan ekspektasi inflasi dan kebijakan suku bunga global.

Hal ini pada gilirannya membuat pasar keuangan masih sensitif terhadap setiap perkembangan dari perundingan AS-Iran. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Buka Pintu DHE SDA di Luar Himbara, Ini Persyaratannya
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
GPCI: Semua Relawan Global Sumud Flotilla akan Menuju Istanbul, Turki
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Soal Seruan IRGC Iran, Tegar Bimantoro: Alarm Keras Bagi Aktivasi Sel Tidur Terorisme di Indonesia
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Kejagung Geledah Sejumlah Tempat di Jakarta-Kalbar Terkait Kasus IUP Bauksit
• 15 jam laludetik.com
thumb
Ditutup Turun 0,08%, Rupiah Parkir di Level Rp17.667
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.