PT DSI Dinilai Tak Sekedar Monopoli Ekspor SDA Indonesia

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan ekonomi-politik Presiden Prabowo Subianto berupa ekspor satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai tak hanya sekadar kebijakan untuk memonopoli ekspor.

Ekonom sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Profesor Didik J Rachbini, menilai kebijakan itu bisa membuat negara meningkatkan industrialisasi dan penerimaan negara dari sektor industri dan perdagangan.

"Bukan sekadar menguasai perdagangan bahan mentah, melainkan membuat Indonesia berhenti bergantung pada bahan mentah dan bahan setengah jadi, serta untuk mengembalikan industrialisasi yang dinamis dan penerimaan negara yang besar dari sektor industri dan perdagangannya," kata Didik saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Mengapa Luke Thomas Mahony Ditunjuk Jadi Dirut PT DSI?

Didik menyebut, penerimaan pajak negara terbesar, yakni sektor industri dan perdagangan. Sementara, penerimaan pajak sumber daya alam kecil hanya, yakni sekitar 10 persen.

Oleh karena itu, negara dinilai harus mendorong kembali reindustrialisasi agar penerimaan negara tumbuh signifikan dan ekonomi tumbuh di atas tingkat moderat 5 persen.

"Bagaimana caranya, pengusaha dapat menyiasati peraturan baru ekspor sumberdaya alam dengan cara meningkatkan nilai tambahnya, diproses di dalam negeri semaksimal mungkin atau hilirisasi," lanjut dia.

Hikmah dan tantangan

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) tahun 1995-2000 ini berpandangan aturan baru soal monopoli ini juga membawa hikmah dan tantangan tersendiri bagi pelaku usaha.

Menurutnya, aturan tersebut bisa memicu pengusaha di bidang SDA aktif melakukan hilirisasi, bukan ekspor bahan mentah.

"Ini hikmah dari aturan baru monopsoni atau monopoli ekspor batubara dan minyak sawit. Pemerintah memberi dorongan yang kuat dan insentif untuk sektor industrinya agar terjadi kembali reindustrialisasi," imbuhnya.

Baca juga: MPR Minta Pemerintah Yakinkan Pengusaha soal Manfaat Pembentukan PT DSI

Dia menekankan, hal ini menjadi momen untuk membangkitkan kembali sektor industri dalam negeri yang berorientasi ekspor

Di sisi lain, ia mengingatkan puluhan produk-produk hilir dari SDA tersebut tidak boleh lagi dimasukkan lagi dalam aturan monopoli pemerintah.

Pemerintah diminta hanya mengelola ekspor produk mentah dan produk setengah jadi saja.

"Sektor industri bisa bangkit kembali dengan cara seperti ini. Tetapi pemerintah tidak boleh mengambil alih ekspor dari produk jadi yang sudah di hilir sehingga industrialisasi berjalan cepat tidak seperti sekarang yang pertumbuhannya stagnan (deindustrialisasi)," tuturnya.

Jika desain ini dilakukan, menurutnya, aturan baru ini bisa menciptakan hilirisasi SDA serta memaksimalkan nilai tambahnya.

"Ini sekaligus akan meningkatkan penerimaan pajak dari industri yang diharapkan tumbuh cepat setelah aturan baru ini," ucapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Dipanggil Prabowo, Airlangga Laporkan Respons Positif Pengusaha soal Ekspor Lewat PT DSI


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oposisi Israel Kritik Draf Damai AS-Iran, Sebut Netanyahu Gagal Pengaruhi Trump
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Kapal Patroli Cina dan Taiwan Saling Ancam Lewat Radio, Adu Klaim Wilayah
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
AS Serang Irang, Situs Rudal hingga 2 Kapal Perang IRGC Luluh Lantak
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Misbakhun Sebut Konsumsi dan Pertumbuhan Kredit Jadi Kunci Ekonomi RI
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Soroti AI Diskriminasi Disabilitas, Rerie Dorong Literasi Sesuai Konstitusi
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.