Pasuruan (beritajatim.com) – Penyegaran organisasi secara besar-besaran kembali bergulir di tubuh Korps Bhayangkara Kabupaten Pasuruan melalui skema perombakan posisi strategis yang cukup masif. Sejumlah posisi penting mulai dari kepala bagian, kepala satuan, hingga pimpinan kepolisian sektor serentak berganti wajah baru dalam waktu bersamaan.
Langkah taktis yang menyerupai fenomena ‘bedol desa’ ini sengaja diambil demi memperkuat fondasi internal dan memberikan dinamika baru pada pelayanan publik. Upacara resmi perpindahan tongkat komando tersebut dipimpin langsung oleh pimpinan tertinggi mapolres setempat dengan dihadiri oleh jajaran personil inti.
“Jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah dan tanggung jawab moral yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegas Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono saat memberikan amanat di hadapan para pejabat baru. Pihak pimpinan menekankan bahwa pergeseran tugas ini murni dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja organisasi kepolisian dalam mengayomi warga.
Beberapa nama perwira yang resmi bergeser di antaranya menempati pos krusial seperti Kompol Madya Wiraaji Kusuma sebagai Kabagren, AKP Muhammad Riza Rahman sebagai Kabagops, serta AKP Didik Sugiarto sebagai Kabag SDM. Selain itu, mutasi strategis juga mengukuhkan AKP Akhmad Santoso sebagai Kasatintelkam dan Iptu Achmad Kunaefi sebagai Kasipropam Polres Pasuruan.
Untuk jajaran kepolisian sektor, kepemimpinan wilayah di tingkat Kecamatan Purwosari resmi diserahterimakan kepada perwira baru yaitu AKP Tomy Vara Berlin. Sementara itu, pejabat lama yakni Iptu Dr. Santy Wijaya dilaporkan berpindah tugas untuk mengemban amanah baru di lingkungan Polres Batu.
“Seluruh pejabat yang mendapat amanah baru agar segera beradaptasi dengan karakteristik kamtibmas dan dinamika sosial masyarakat di Kabupaten Pasuruan,” tambah Harto mengingatkan tanggung jawab di lapangan. Pola pendekatan hukum yang humanis namun tetap responsif menjadi poin utama yang wajib ditunjukkan oleh para pemangku kebijakan baru tersebut.
Di sisi lain, apresiasi mendalam juga diberikan kepada para perwira lama yang kini berpindah tugas ke wilayah hukum baru di luar ekosistem Pasuruan. Dedikasi serta loyalitas mereka selama menjaga kondusivitas wilayah dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi ketenteraman daerah.
Prosesi sakral yang diakhiri dengan jabat tangan formal ini berjalan dengan sangat khidmat di bawah pengawalan ketat fungsi propam. Masyarakat kini menaruh harapan besar agar gerbong mutasi massal ini mampu membawa perubahan positif bagi penegakan hukum di Kabupaten Pasuruan. [ada/aje]




