Sebagai juara bertahan, Albiceleste datang dengan target mutlak untuk kembali mengangkat trofi tertinggi sepak bola dunia tersebut.
Pada edisi Piala Dunia kali ini, Argentina tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Alvarez, yang kini merumput bersama Atletico Madrid, menyatakan bahwa status sebagai juara dunia memberikan kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi besar untuk mengulang kesuksesan. Baca juga Daftar 55 Pemain Argentina untuk Piala Dunia 2026: Ada Lionel Messi dan Franco Mastantuono
Pemain berusia 26 tahun tersebut menyadari bahwa mempertahankan gelar di turnamen yang akan berlangsung pada bulan Juni dan Juli ini bukanlah perkara mudah. Namun, ia optimistis era keemasan Argentina yang sukses mengawinkan gelar Copa America dan Piala Dunia dalam beberapa tahun terakhir dapat terus berlanjut.
Terkait persaingan internal di lini depan dengan bomber Inter Milan, Lautaro Martinez, Alvarez menganggapnya sebagai kompetisi yang sehat. Berbeda dengan Piala Dunia 2022 saat ia memulai turnamen sebagai pelapis, kini Alvarez telah berkembang menjadi pilar penting dalam sistem permainan pelatih Lionel Scaloni.
"Kami adalah pesaing, tetapi kami juga bisa bermain bersama. Setiap kali ada persaingan yang kuat dan sehat, semua orang menjadi lebih baik, yang merupakan aspek kuncinya," ujar mantan pemain Manchester City tersebut.
Lebih lanjut, Alvarez juga memberikan pandangannya mengenai rumor bahwa turnamen ini akan menjadi panggung Piala Dunia terakhir bagi sang megabintang sekaligus kapten tim, Lionel Messi. Menurutnya, atmosfer kompetisi di Amerika Utara nanti akan terasa sangat emosional bagi seluruh pencinta sepak bola.
"Kita semua sepenuhnya menyadari bahwa ini mungkin Piala Dunia terakhir Leo, mengingat usianya. Ini pasti akan membuat Piala Dunia yang istimewa, bukan hanya untuk kami rekan setimnya dan rakyat Argentina, tetapi untuk semua orang di dunia mengingat dia adalah pemain terbaik sepanjang masa," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RIZ)





