Sherly Tjoanda Kaget Temukan Bocah 10 Tahun Tak Mau Sekolah, Langsung Janji Kirim Tas Baru

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Momen tak terduga dialami Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat melakukan kunjungan kerja ke rumah warga penerima program bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).

Di tengah peninjauan kondisi rumah warga miskin, Sherly justru dibuat terkejut ketika mengetahui seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun ternyata tidak bersekolah.

Baca Juga: Dipuji-Puji, Sherly Tjoanda Minta Rp2,9 Triliun Saat Bertemu AHY

“Heeh? Enggak mau sekolah mau jadi apa nanti,” ujar Sherly dengan nada kaget saat berbincang dengan ibu si anak.

Peristiwa ini bukan hanya soal anak putus sekolah, tetapi memperlihatkan bagaimana kemiskinan masih menjadi lingkaran masalah yang berdampak langsung pada pendidikan anak di daerah.

Awalnya, Sherly datang untuk meninjau kondisi rumah warga yang dinilai layak menerima bantuan RTLH. Rumah tersebut disebut memiliki kondisi memprihatinkan. Atapnya hanya menggunakan rumbia sehingga air hujan mudah masuk ke dalam rumah. Keluarga itu juga tidak memiliki kamar mandi dan terpaksa menggunakan laut untuk mandi maupun buang air.

Di tengah percakapan mengenai kondisi ekonomi keluarga, Sherly kemudian bertanya soal anak bungsu penghuni rumah tersebut. Saat mengetahui bocah berusia 10 tahun itu tidak sekolah karena enggan belajar, Sherly langsung menegur orang tua sang anak.

“Harus paksa sekolah, kalau ndak mau sekolah nanti mau jadi apa,” tegasnya.

Sherly lalu mencoba membujuk langsung si anak agar mau kembali bersekolah. Dengan gaya komunikasi yang santai, ia menjanjikan akan mengirimkan tas sekolah baru apabila bocah tersebut mau belajar lagi.

“Sekolah ya, ibu besok hari Senin kirim tas sekolah baru ya,” kata Sherly.

Namun ia juga memberi pesan tegas sambil bercanda kepada anak tersebut.

“Tapi kalau ndak sekolah, ibu balik ambil ulang,” ujarnya.

Dalam percakapan itu, bocah tersebut mengaku bercita-cita menjadi tentara. Sherly kemudian menjelaskan bahwa cita-cita tersebut hanya bisa dicapai jika rajin sekolah dan menjaga kesehatan.

“Tentara mesti sekolah, makan bergizi biar tingginya lebih dari 165,” kata Sherly.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tak Bisa Dipaksa Mundur, DPRD: Dia Punya Amanah dari Hampir Sejuta Warga

Momen tersebut kini menjadi perhatian publik karena memperlihatkan sisi lain kunjungan kepala daerah yang tidak hanya berbicara soal program pembangunan, tetapi juga menyentuh langsung persoalan pendidikan anak di keluarga miskin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Iduladha 2026, Pasokan Elpiji 3 Kg di Lumajang Ditambah 60 Ribu Tabung
• 19 jam laluberitajatim.com
thumb
Begini Cara Cek Bansos BPNT dan PKH Mei 2026 Gunakan KTP
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Selebgram Woodyrman Jadi Tersangka Usai Aniaya Warga Brunei hingga Tewas di Blok M
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Ajarkan Putrinya Berbagi Lewat Berkurban
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
DKI Siapkan Dukungan CSR untuk Pengembangan Sistem Keamanan Digital di Gandaria Utara
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.