Momen tak terduga dialami Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat melakukan kunjungan kerja ke rumah warga penerima program bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).
Di tengah peninjauan kondisi rumah warga miskin, Sherly justru dibuat terkejut ketika mengetahui seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun ternyata tidak bersekolah.
Baca Juga: Dipuji-Puji, Sherly Tjoanda Minta Rp2,9 Triliun Saat Bertemu AHY
“Heeh? Enggak mau sekolah mau jadi apa nanti,” ujar Sherly dengan nada kaget saat berbincang dengan ibu si anak.
Peristiwa ini bukan hanya soal anak putus sekolah, tetapi memperlihatkan bagaimana kemiskinan masih menjadi lingkaran masalah yang berdampak langsung pada pendidikan anak di daerah.
Awalnya, Sherly datang untuk meninjau kondisi rumah warga yang dinilai layak menerima bantuan RTLH. Rumah tersebut disebut memiliki kondisi memprihatinkan. Atapnya hanya menggunakan rumbia sehingga air hujan mudah masuk ke dalam rumah. Keluarga itu juga tidak memiliki kamar mandi dan terpaksa menggunakan laut untuk mandi maupun buang air.
Di tengah percakapan mengenai kondisi ekonomi keluarga, Sherly kemudian bertanya soal anak bungsu penghuni rumah tersebut. Saat mengetahui bocah berusia 10 tahun itu tidak sekolah karena enggan belajar, Sherly langsung menegur orang tua sang anak.
“Harus paksa sekolah, kalau ndak mau sekolah nanti mau jadi apa,” tegasnya.
Sherly lalu mencoba membujuk langsung si anak agar mau kembali bersekolah. Dengan gaya komunikasi yang santai, ia menjanjikan akan mengirimkan tas sekolah baru apabila bocah tersebut mau belajar lagi.
“Sekolah ya, ibu besok hari Senin kirim tas sekolah baru ya,” kata Sherly.
Namun ia juga memberi pesan tegas sambil bercanda kepada anak tersebut.
“Tapi kalau ndak sekolah, ibu balik ambil ulang,” ujarnya.
Dalam percakapan itu, bocah tersebut mengaku bercita-cita menjadi tentara. Sherly kemudian menjelaskan bahwa cita-cita tersebut hanya bisa dicapai jika rajin sekolah dan menjaga kesehatan.
“Tentara mesti sekolah, makan bergizi biar tingginya lebih dari 165,” kata Sherly.
Baca Juga: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tak Bisa Dipaksa Mundur, DPRD: Dia Punya Amanah dari Hampir Sejuta Warga
Momen tersebut kini menjadi perhatian publik karena memperlihatkan sisi lain kunjungan kepala daerah yang tidak hanya berbicara soal program pembangunan, tetapi juga menyentuh langsung persoalan pendidikan anak di keluarga miskin.





