Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengungkap penyebab jalan ambles di Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok, Jakarta Selatan. Insiden itu terjadi diduga akibat kondisi hong atau beton saluran air bawah tanah yang sudah rapuh dan keropos termakan usia.
Kasatpel Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Jagakarsa Sartono mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan setelah kejadian jalan ambles pada Kamis (29/5) malam.
“Kejadian semalam, kami langsung melakukan kegiatan penanganan ini. Sementara ini, kalau dinamakan ini PHB (saluran penghubung) UI untuk menuju ke Kali Ciliwung. Ini kalau longsorannya, lubangnya itu lebar 3 meter, tinggi 3 meter, panjangnya kurang lebih 16 (meter). Ini sementara kita melakukan rekayasa lalu lintas,” kata Sartono di lokasi, Jumat (29/5).
“Kita pasang pelat yang sebelah sana. Tadinya dua, dua jalur, tapi sekarang hanya satu jalur. Kita maksimalkan tidak kejadian jatuh lagi, makanya kita pasang pelat. Ini kita datangkan alat untuk membersihkan puing-puing yang di bawah,” lanjutnya.
Sartono menjelaskan, penyebab utama amblesnya jalan diduga berasal dari crossing hong berukuran sekitar 3 meter yang berada di bawah jalan tersebut. Hong tersebut sudah keropos termakan waktu.
“Ternyata penyebabnya itu ada crossing dengan hong ukuran 3 meter kurang lebih ya. Tapi mungkin udah usia, makanya keropos. Tapi alhamdulillahnya, jatuhan puing ini tidak sampai menghambat aliran air. Karena dari sepertiga hong itu mungkin jatuh, tapi tidak sampai menahan air. Air tetep lancar, tapi sepertiganya ke-urug tanah. Ini akan dibersihkan sementara itu,” ucapnya.
Saat ini petugas masih melakukan pembersihan puing untuk memastikan penyebab pasti kerusakan pada saluran bawah tanah tersebut. Di lokasi, tampak ekskavator dari Dinas Sumber Daya Air yang mengeruk lubang tersebut.
Ia mengatakan penanganan permanen nantinya akan dilakukan menggunakan box culvert ukuran 2 meter melalui mekanisme penunjukan langsung karena kondisi darurat. Box culvert merupakan beton tercetak berbentuk kotak yang dipakai sebagai jalur saluran air.
“Kalau tadi informasi dari pimpinan, ini akan dikerjakan dari PL, Penunjukan langsung ya, karena ini darurat. Nanti mungkin akan dikerjakan dari pihak ketiga. Nanti diperkirakan memakai box culvert ukuran 2 meter, box culvert,” ujarnya.
Sartono juga mengungkapkan sebelum jalan ambles, pihak SDA dan Bina Marga sempat menerima laporan terkait kondisi jalan yang sudah mengalami retakan dan bergelombang.
“Oh pas hari Kamis, kami malam Kamisnya kami dapat informasi. Cuma kalau ke SDA, memang hanya lubang yang di pinggiran. Tapi ke Bina Marga terkait dengan jalannya. Hari Kamis paginya kita survei bareng. Survei bareng, dari Bina Marga mengambil langkah untuk yang jalan bergelombang untuk diratakan agar menghindari kendaraan yang agar enggak bergelombang,” katanya.
Menurut dia, penambalan sempat dilakukan dan rambu peringatan sudah dipasang. Namun kondisi jalan akhirnya amblas pada malam harinya.
“Tapi dengan harapan dengan Bina Marga sudah melakukan penambalan yang bergelombang itu, dan dikasih tanda rambu-rambu. Tapi memang ini jalan aksesnya satu-satunya, walaupun sudah dikasih rambu, akhirnya rambu itu di ya sedikit ditabrak lah. Akhirnya malamnya kejadian,” ujarnya.
Sartono mengatakan sejak awal pihaknya menduga terdapat kerusakan pada hong di bawah jalan.
“Nah, saat itu SDA ya kita analisa kemungkinan itu hong nya sudah, sudah, sudah rapuh. Tapi kita tidak bisa masuk hong karena posisi airnya ini kita enggak, dalamnya ya. Nah, makanya kita hanya mengira-ngira. Tapi terjadi dengan amblesnya ini, baru kita ketahuan. Oh, ternyata hong nya rapuh,” katanya.
Ia memastikan kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di lokasi itu.
“Baru sekali. Baru kejadian baru,” ujar Sartono.
Pemasangan box culvert diperkirakan mulai dilakukan pada malam hari setelah proses pembersihan selesai.
“Kemungkinan nanti malam. Nah, ini siang ini kita rapi-rapi dulu, nanti kemungkinan, kemungkinan ya, nanti malam,” ucapnya.





