Polisi soal Keluarga Tewas di Glamping Temanggung: Ada Gas Portabel Dalam Tenda

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Polisi mengungkap fakta terbaru dalam kasus kematian satu keluarga saat glamping di Posong, Temanggung. Ternyata terdapat gas portabel di dalam tenda tempat para korban tidur.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Anwar Nasir mengatakan, gas portabel itu digunakan korban untuk barbekuan pada malam hari. Usai kegiatan itu, gas ditaruh dalam tenda.

"Tabung gas juga dilakukan pemeriksaan. (Posisi gas) di dalam tenda itu," ujar Anwar di Polda Jateng, Jumat (29/5).

Anwar tidak merinci berapa jumlah gas portabel dalam tenda tersebut. Ia hanya bisa memastikan jumlahnya lebih dari satu.

"Mohon maaf saya lupa ya kemarin disita itu. Tapi iya (lebih dari satu)," sebut dia.

Tenda Tak Ada Ventilasi

Ia menjelaskan, orang tewas karena keracunan gas karbon monoksida atau CO sangat mungkin terjadi. Apalagi tenda glamping tersebut tidak memiliki ventilasi.

"Ya, ini yang banyak kejadian seperti ini. Misalnya mobil nyala pakai AC, mobil berhenti ya. Kemudian ditutup rapat, nah itu yang berbahaya. Nah yang sering, mati lemas, kan sering kejadian seperti itu," jelas Anwar.

Namun, selain dugaan keracunan gas, pihaknya juga memeriksa adanya kemungkinan penyebab lain, seperti keracunan makanan.

"Kemungkinan dugaan sementara masih ada dua yaitu akibat dari gas yang ditimbulkan oleh kompor gas dari saat BBQ malam hari. Atau yang kedua adalah makanan ini. Makanan seperti daging sudah diperiksa labfor," tuturnya.

"Tentunya kita menunggu hasil penyidik masih menunggu hasil toksikologi dari dari Labfor ini," sebut Anwar.

Ia menyebut, ada peristiwa kematian pengunjung atau wisatawan yang meninggal saat glamping di objek wisata Posong baru pertama kali terjadi.

"Tidak ada ini baru pertama kali. Saat itu juga ada keluarga atau orang lain yang menginap saat itu. Tapi saya belum tahu persisnya berapa tapi ada," kata Anwar.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari ayah Muhamad Ali Munawar (52), ibu Maghfirah (43), anak sulung Bagas Amar Hakiki (21), serta anak bungsu mereka Alvino Evan Hakim (16) ditemukan tewas pada Rabu (27/5) sore.

Mereka awalnya menginap di tenda glamping di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sejak Selasa 26 Mei 2026 sekitar pukul 21.05.

Namun, keesokan harinya atau pada Rabu (27/5) tidak ada respons dari para korban ketika waktu sewa habis. Petugas lalu terpaksa membuka pintu pada pukul 15.30 WIB dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku.

Polisi menduga kematian mereka disebabkan karena paparan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari gas portabel atau gas yang muncul saat mereka sedang berbekuan atau membakar daging.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menafsir Musabab Tak Kunjung Pastinya Jabatan Formal Jokowi di PSI
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Wamentan Kumpulkan Pengusaha hingga Petani Kelapa Sawit, Bahas Harga TBS
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Flyover Bukan Tempat Rekreasi
• 13 jam lalukompas.com
thumb
KPK Tekankan Pentingnya Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah untuk Dukung Ketahanan Pangan
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Megawati Hangestri Belum Debut di Hyundai Hillstate, tapi Sudah Terancam Kehilangan Separuh Musim di Liga Korea
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.