Bisnis.com, JAKARTA — PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) memulai program pengeboran dalam atau diamond deep drilling sedalam 3.600 meter di Tambang Emas Pani, Gorontalo. Langkah ini disebut berpotensi mendongkrak sumber daya mineral Pani yang kini tercatat sebesar 7,0 juta ounces emas.
Tambang Emas Pani yang berlokasi di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Sulawesi memiliki estimasi sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton dengan kadar emas 0,75 g/t atau setara dengan sekitar 7,0 juta ounces emas.
Estimasi awal itu berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektar yang merupakan bagian kecil dari total wilayah konsesi EMAS seluas 14.670 hektar.
Eksplorasi yang dilakukan perseroan sebelumnya menunjukkan adanya indikasi kuat mineralisasi di luar batas program pengeboran terdahulu. Program diamond drilling sedalam 3.600 meter ini sengaja dirancang untuk mengevaluasi potensi perluasan basis sumber daya yang sudah ada tersebut.
EMAS nantinya akan menguji potensi kelanjutan kandungan emas pada area yang lebih dalam. Tahap awal program mencakup enam lubang bor, dengan satu unit rig yang telah beroperasi dan satu unit rig tambahan dijadwalkan bekerja bulan depan. Apabila hasil awal menunjukkan indikasi positif, perseroan bersiap melanjutkan pengeboran dengan skala yang lebih besar.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Abidin, mengatakan dimulainya operasional ini menempatkan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) tersebut pada posisi untuk memetakan potensi cadangan baru.
Baca Juga
- Kala Temuan Emas di Kolokoa Bikin Valuasi Merdeka Gold (EMAS) Kian Berkilau
- Berhitung Target Pendapatan Merdeka Gold (EMAS) Usai Temukan Tambang Emas Kolokoa
- Merdeka Gold (EMAS) Temukan Cadangan Emas Baru di Prospek Kolokoa
"Seiring dimulainya produksi di Pani, perseroan kini berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam melalui enam titik bor yang telah dirancang dengan matang,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (29/5/2026).
Di area Kolokoa, EMAS telah menyelesaikan program pengeboran awal dengan total 54 lubang bor sedalam 11.701,6 meter. Dengan memakan waktu enam bulan dan biaya sekitar US$2,4 juta, perseroan menetapkan target eksplorasi di Kolokoa pada kisaran 20-40 juta ton dengan kadar emas 0,3 g/t hingga 0,5 g/t.
Saat ini, perseroan tengah memfinalisasi estimasi perdana sumber daya mineral Kolokoa yang ditargetkan rilis pada kuartal II/2026. Proyeksi tambahan sumber daya tersebut melengkapi program eksplorasi EMAS yang lebih luas, termasuk persiapan pengeboran di wilayah Lone Pine pada semester II/2026.
Secara simultan, perseroan juga berencana menggelar survei geofisika melalui Mobile Magnetotelluric dan magnetik udara berbasis helikopter pada Juni atau Juli 2026. Seluruh data hasil pengeboran tersebut nantinya ditinjau dan dilaporkan sesuai standar JORC Code 2012 dan KCMI 2017.
______
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





